Berganti pemilik, Winamp Media Player akan tampil lebih baik?
Ilustrasi logo Winamp Media Player © getwinamp.net
Techno.id - Jelang akhir tahun, Winamp, software media player ternama itu dilaporkan sudah berganti pemilik. Vivendi Group sebuah perusahaan yang juga memiliki saham di Dailymotion, Ubisoft, dan Deezer ini dikabarkan mengambil alih saham mayoritas dari Radionomy, pemilik resmi Winamp sejak awal tahun 2014 lalu.
-
Aplikasi Rithm ingin seperti WhatsApp dalam berkirim pesan dan musik Aplikasi Rithm kembali terlahir dengan pesona baru yang akan memanjakan Anda dalam streaming musik dan chatting.
-
MP3 tak mati dan akan tetap selalu di hati Format MP3 dianggap sudah usang dan tak diminati banyak orang lagi. Benarkah?
-
LINE segera tutup layanan streaming musik MixRadio Persaingan platform layanan streaming musik kian ketat, LINE putuskan eksekusi MixRadio
Seperti dilansir oleh Softpedia (20/12/15), pengambil alihan ini dilakukan karena selama dimiliki oleh Radionomy, software media player ternama itu tak sekali pun mengeluarkan versi update. Alhasil, minat pengguna terhadap Winamp pun kian menurun dari tahun ke tahun, bahkan sejak saham masih dimiliki oleh AOL.
Kendati demikian, pihak Vivendi Group nampaknya belum mau membeberkan rencana yang akan dilakukan untuk kembali membangkitkan Winamp dari 'tidur' lamanya. Namun, melihat keadaan yang terjadi saat ini, kemungkinan Vivendi Group akan melakukan pembaruan yang cukup signifikan terhadap Winamp, termasuk pembaruan fitur-fitur atau malah tampilan antarmukanya.
Perlu Anda ketahui, selain mengambil alih saham Winamp dari Radionomy, Vivendi Group dilaporkan juga akan mengambil alih saham SHOUTcast, layanan musik streaming yang masih satu produk dengan Winamp.
BACA JUGA :
- Hasilkan musik berkualitas dengan Seabord Rise MIDI Controller
- Putar musik dari YouTube dan SoundCloud lewat ekstensi di Chrome
- Finis Neptune: Gadget yang bisa salurkan musik lewat tulang pipi
- Berkapasitas 8GB, MP3 Player dari Tayogo ini juga berstandar militer
- Diver MP3 Player: Gadget anti-air seharga Rp690 ribu
(brl/red)