HTC angkat bicara soal akuisisi oleh Asus
Ilustrasi logo HTC © 2015 Pieter Beens / Techno.id
Techno.id -
-
Para investor nyatakan HTC sudah tak berharga Nilai tukar saham terus anjlok hingga di bawah kas perusahaan, para investor pun anggap HTC tak lagi berharga
-
HTC berniat 'pensiunkan' produk dan karyawannya untuk kembali bangkit Meskipun tak merinci, HTC mengaku akan pensiunkan produk dan karyawan dengan jumlah signifikan
-
Penjualan HTC di sepanjang 2015 turun hingga 35 persen HTC akhirnya merilis laporan keuangan tahunan, dan hasilnya sesuai dugaan para analis
Beberapa hari belakangan, isu perihal HTC akan diakuisisi oleh Asus cukup santer berhembus. David Chang selaku Chief Financial Officer Asus bahkan mengaku telah mendiskusikan hal ini secara internal. Kendati demikian, Chang juga mengatakan bahwa kemungkinan akuisisi tidaklah besar.
Menanggapi isu tersebut, pihak HTC melalui perwakilannya akhirnya angkat bicara. Sebagaimana dikutip dari TechCrunch (15/06/2015), "Kami secara tegas membantah berita itu. Kami tak menghubungi Asustek dan tak berpikir ke arah akuisisi."
Seperti diketahui dalam beberapa tahun terakhir ini, kondisi keuangan HTC terus mengalami penurunan. Di tahun 2011 lalu, produsen smartphone asal Taiwan tersebut bernilai USD 33 miliar (Ro 439 triliun). Kini, saham tersebut turun drastis hingga hanya mencapai USD 2 miliar (Rp 26 triliun).
Dugaan terkuat penyebab dari turunnya saham HTC tak lain adalah kalahnya persaingan dengan vendor smartphone lain seperti Samsung dan sejenisnya. Oleh karena itu, banyak pengamat beranggapan bahwa Asus dinilai sebagai pasangan yang paling tepat untuk menyelamatkan saham HTC.
Sebagaimana diungkapkan, Asus dianggap gagal bersaing di industri smartphone jika dibandingkan dengan kesuksesannya di industri komputer atau laptop. Oleh karena itu jika Asus dapat bekerja sama dengan HTC, maka bukan tidak mungkin bahwa industri smartphone mereka ke depannya bakal mampu bersaing dengan vendor smartphone lain.
BACA JUGA :
(brl/red)