Pemasok Apple: 3D Touch belum bisa jadi mainstream
Ilustrasi Apple 3D Touch © 2015 slashgear.com
Techno.id - Begitu diperkenalkan, nama iPhone 6s dan iPhone 6s Plus langsung meroket berkat fitur baru 3D Touch. Adapun 3D Touch sendiri adalah fitur baru Apple yang dapat menghasilkan tindakan berbeda berdasarkan tingkat tekanan pada layar.
-
Masih perlukah 3D Touch pada iPhone? Seberapa berguna fitur ini pada handset kesayangan Anda?
-
iPhone 6S dirilis dengan 2 fitur baru, 3D Touch dan kamera 12MP iPhone 6S dipersenjatai dengan sejumlah fitur baru, salah satunya fitur 3D Touch.
-
Facebook gunakan 3D Touch untuk posting status dan foto Facebook tawarkan pengalaman baru pada pemilik perangkat iOS.
Seiring berjalannya waktu, 3D Touch kian populer. Faktanya, Facebook dan Instagram telah memperbarui aplikasi mereka hanya untuk ini. Kendati demikian, perusahaan pemasok komponen Apple, TPK justru berpendapat sebaliknya.
Sebagaimana dikutip dari Ubergizmo (09/11), CEO TPK, Michael Chung mengklaim jika teknologi 3D Touch masih jauh dari kata mainstream. Baginya, masih dibutuhkan beberapa tahun lagi untuk membuat inovasi baru Apple ini menjadi populer.
Klaim Chung tersebut boleh dikatakan mengundang tanda tanya. Pasalnya, vendor smartphone raksasa sekelas Samsung dan Xiaomi justru sempat dirumorkan bakal mengadopsi fitur ini untuk produk-produk tahun 2016 mereka.
Terlepas dari siapa yang benar dan salah, apakah Anda setuju jika persaingan industri smartphone di tahun depan bakal menjadi heboh berkat 3D Touch? Atau Anda justru lebih setuju dengan pernyataan Chung?
BACA JUGA :
(brl/red)