Aplikasi bloatware apakah boleh dihapus? Simak penjelasan dan cara mudah mengelolanya
foto: Pexels.com
Techno.id - Pernahkan kamu mendengar istilah aplikasi bloatware, atau kamu sedang bingung gimana cara menghapus software bloatware? Jika sobat belum tahu dan mencoba menghilangkan aplikasi bloatware, yuk simak ulasan berikut ini.
-
Cara debloat Windows 11 agar kinerja komputer lebih optimal dan makin ngebut Program dan aplikasi ini justru kerap menggunakan sumber daya
-
Cara mengosongkan ruang penyimpanan ponsel Android Jika memori sudah mulai penuh maka hal tersebut akan berpengaruh pada kinerja
-
Samsung dan Oppo dituntut gara-gara bloatware merugikan Bloatware berbentuk pre-installed apps itu diklaim tak bermanfaat, tak bisa di-uninstall, serta membuat pemakaian data menjadi boros.
Bagi pengguna smartphone berbasis Android tentu sudah tidak asing lagi dengan bloatware. Jika kamu masih asing, bloatware merupakan aplikasi yang sudah terpasang pada perangkat sebelumnya oleh produsen atau pihak ketiga. Dengan kata lain bloatware adalah aplikasi bawaan dari device yang digunakan.
Adanya bloatware atau aplikasi bawaan ini seakan mempunyai dampak positif maupun negatif. Aplikasi bawaan terbilang jarang digunakan oleh pengguna. Keberadaannya pun malah memakan ruang penyimpanan, sehingga pengguna tidak bisa memaksimalkan pemakai perangkat.
Berangkat dari masalah tersebut, seringkali pengguna ingin menghapus aplikasi bawaan dari developer. Lantas apakah hal tersebut diperbolehkan? Nah, untuk menjawabnya, yuk ikuti ulasan techno.id pada Rabu (3/5) yang dihimpun dari berbagai sumber.
BACA JUGA :
- Microsoft Designer sudah tersedia dalam public preview, bisa bikin desain dibantuin AI
- 9 Rekomendasi aplikasi HP Android untuk bantu belajar dan mengerjakan tugas sekolah
- Cara mudah membatasi penggunaan data HP Android
- Cara mudah menambahkan subtitel di video YouTube tanpa aplikasi
- Cara sederhana nonton film bareng di Discord, cocok buat pacaran virtual pasangan LDR
(brl/guf)