Kandungan CO2 di udara tinggi, NASA pun turun tangan
Ilustrasi kandungan CO2 di udara © environmentmagazine.org
Techno.id - Karbondioksida atau CO2 adalah salah satu senyawa yang memenuhi atmosfer bumi. Gas ini juga selalu jadi kambing hitam dan problema besar di abad 21 yang menyebabkan pergantian iklim.
-
Dampak Corona, tingkat polusi udara di beberapa negara menurun Hasil awal riset para peneliti di New York menunjukkan CO, terutama dari mobil, telah berkurang hampir 50% dibanding tahun lalu.
-
Dampak Corona, tingkat polusi udara di beberapa negara menurun Hasil riset awal menunjukkan karbon monoksida, terutama dari mobil, telah berkurang hampir 50% dibandingkan dengan tahun lalu.
-
NASA ungkap 2015 adalah tahun terpanas sepanjang sejarah, mengapa? Suhu permukaan bumi di tahun 2015 tercatat terpanas sejak akhir abad ke-19, apa penyebabnya?
Karena itulah NASA akhirnya campur tangan dalam menyelidiki perkembangan CO2 yang menyelimuti bumi. Seperti yang telah diberitakan oleh Scientific American pada hari Jumat (13/11/15) lalu, NASA mengamati pergerakan CO2 melalui daratan, udara, dan laut.
Polusi yang menyebabkan semakin tebalnya CO2 di udara salah satunya disebabkan oleh emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Namun menurut Scientific American, di tahun-tahun mendatang emisi bisa diperkirakan bakal berkurang hingga mendekati titik nol karena perkembangan teknologi.
Namun dengan kandungan CO2 sebanyak 400ppm (parts per million) di udara, setidaknya suhu bumi akan meningkat hingga awal tahun depan. Hal inilah yang akhirnya membuat NASA turun tangan, untuk memantau berapa kandungan CO2 yang dihasilkan oleh polusi setiap tahunnya.
Yah semoga saja dengan semakin berkembangnya teknologi, tingkat polusi udara juga bakal semakin berkurang di masa yang akan datang.
BACA JUGA :
(brl/red)