Peneliti Korea manfaatkan laser untuk deteksi bakteri pada makanan
Ilustrasi ilmuwan © 2015 microvector / shutterstock.com
Techno.id - Baru-baru ini, sekelompok peneliti asal Korea Advanced Institute of Science and Technology mengklaim berhasil menemukan cara mudah mendeteksi keberadaan bakteri pada makanan. Para peneliti asal Negeri Ginseng tersebut mengatakan bisa mendeteksi keberadaan bakteri pada makanan dengan baik menggunakan sinar laser.
-
Suatu saat, penyakit kanker bisa dideteksi melalui urin Peneliti dari MIT dan University of California, meneliti kemungkinan bahwa kanker dapat dideteksi dari urin.
-
Microfish, robot mungil yang dapat deteksi dan netralisir racun Robot mungil berbentuk ikan yang disebut sebagai microfish ini dilaporkan sangat peka terhadap bahan kimia dalam lingkungan mereka.
-
Anak SMA ini temukan cara deteksi boraks cukup pakai tusuk gigi Bila terjadi perubahan warna pada tusuk gigi menjadi merah, berarti sampel makanan yang diuji positif mengandung boraks.
Mengutip dari laman Engadget (30/3/16), sinar laser sengaja digunakan oleh para peneliti karena dinilai dapat mendeteksi keberadaan bakteri semacam E.coli dan Bacillus cereus bahkan pada makanan yang terbungkus kemasan plastik sekali pun.
Para peneliti menjelaskan jika perubahan refraksi atau pembiasan sinar merah pada laser dapat menunjukkan keberadaan bakteri pada makanan. Semakin banyak bakteri yang terkandung dalam makanan, maka perubahan refraksi atau pembiasan bakal kerap terjadi.
Sekadar informasi, cara yang ditemukan oleh para peneliti dari Korea ini kabarnya tak hanya memanfaatkan sinar laser saja. Mereka juga memanfaatkan kamera yang beroperasi pada 30Hz untuk mengidentifikasi apakah makanan tersebut terkontaminasi bakteri atau tidak.
Sayangnya, para peneliti mengungkapkan jika cara yang ditemukannya ini hanya terbatas pada mendeteksi keberadaan bakteri makanan saja. Para peneliti menjelaskan jika cara mereka ini masih belum bisa mengidentifikasi tingkat kontaminasi virus atau racun yang dihasilkan oleh bakteri saat menempel pada makanan.
BACA JUGA :
(brl/red)