Ternyata air kencing dapat dijadikan sumber listrik kaos kaki pintar
Ilustrasi menggunakan kaos kaki © 2015 digitaltrends.com
Techno.id - Setiap saat, seseorang bisa kencing beberapa kali. Semua kotoran tersebut terbuang percuma karena memang merupakan hasil dari metabolisme tubuh yang tak terpakai. Namun, tahukah Anda, air kencing itu ternyata juga dapat dijadikan sebagai sumber listrik?
-
Ternyata urin juga bisa digunakan sebagai sumber energi Para ilmuwan di Inggris tengah mengembangkan sebuah baterai yang mengandalkan urin sebagai sumber energi.
-
Tak dibekali flush, kloset ini justru bisa hasilkan air bersih Tak hanya bisa menghasilkan air bersih, kloset pintar ini juga bisa menghasilkan energi yang berguna untuk mengisi daya ponsel Anda.
-
13 Penemuan super canggih ini ada di sepanjang tahun 2015, top banget! Penemuan-penemuan teknologi canggih ini seharusnya makin bikin kamu sadar kalau era masa depan memang sudah ada di depan mata.
Para ilmuwan dari University of the West of England di Bristol telah mengembangkan wearable pertama yang menggunakan air kencing sebagai sumber listrik. Wearable itu sendiri bukanlah sebuah jam tangan, gelang, atau kalung, melainkan sebuah kaos kaki.
Menurut mereka kaos kaki yang telah diberi air kencing ini dapat berubah sebagai pemancar nirkabel untuk mengirimkan pesan darurat ke gadget lain. Lalu pertanyaannya sekarang, bagaimana cara memasukkan air kencing ke dalam kaos kaki?
Tim peneliti tadi menjelaskan temuan mereka dalam jurnal Bioinspiration & Biomimetics. Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa air kencing sebanyak 648ml dimasukkan ke dalam pipa silikon kecil yang terintegrasi dengan microbial fuel cells (MFCs) dan pada akhirnya berubah menjadi listrik.
Nah, tabung silikon tadi juga dihubungkan dengan PMF yang terletak pada pergelangan kaki. Kemudian, saat kaos kaki itu dipakai untuk berjalan, listrik yang dihasilkan dari air kencing akan memicu pemancar nirkabel untuk mengirimkan sinyal setiap dua menit sekali.
"Kami ingin sistem ini sepenuhnya dijalankan oleh manusia. Teknologi ini menggunakan bahan bakar air kencing dan gerakan kaki sebagai pompa," kata ketua tim peneliti, Profesor Loannis Leropoulos, seperti yang disadur dari DigitalTrends (13/12/2015).
BACA JUGA :
(brl/red)