Dibanding ritel online lain, Tokopedia paling 'boros' beriklan di TV
Ilustrasi pengguna Tokopedia © 2015 Tokopedia
Techno.id - Geliat e-commerce ternyata juga membawa untung bagi stasiun TV. Pasalnya, seperti dikutip dari Merdeka.com (02/10/15), sejumlah ritel online nasional terbukti semakin berani jor-joran dalam beriklan di layar kaca.
-
10 Situs belanja online paling mendominasi di Indonesia 2019 E-commerce lokal tetap menguasai jumlah pengunjung.
-
Mulai jajan iklan, Bhinneka.com alokasikan Rp 100 miliar Bhinneka.com menyatakan perusahaannya bakalan melakukan strategi pemasaran lewat iklan mulai tahun 2016.
-
Pasca berubah dari TokoBagus.com, bagaimana perkembangan OLX kini? Sebagai gambaran awal, proses monetisasi sudah dimulai di OLX Indonesia sejak Oktober 2015.
Berdasarkan data dari Adstensity, pada kuartal ketiga tahun ini, anggaran iklan milik pelaku e-commerce terus meningkat terhitung sejak kuartal pertama 2015. Di Q1 2015, belanja iklan industri ritel baru sebesar Rp199,197 miliar, lalu bertambah menjadi Rp574,897 miliar di tiga bulan selanjutnya, sampai tembus di angka Rp777,299 miliar pada kuartal ini.
Dari angka itu, ada 10 marketplace yang tercatat paling getol membelanjakan dananya, seperti Tokopedia, OLX, BukaLapak, Blibli, Mataharimall, Lazada, Pasar Rakyat, Elevenia, dan Blanja.com. Ketika diurutkan, belanja iklan Tokopedia-lah yang paling tinggi pada kuartal ini, yakni sebesar Rp186,129 miliar. Menyusul di bawah Tokopedia, ada OLX (Rp168,764 miliar) dan BukaLapak (Rp75,404 miliar).
Data yang didapat Adstensity ini didapat dari analisis terhadap 13 stasiun tv nasional, di antaranya RCTI, SCTV, TransTV, Global TV, MetroTV, TVOne, KompasTV, Net TV, dan TVRI. Platform digital perhitungan iklan TV milik SIGI Kaca Pariwara itu turut mencatat volume iklan dan harga iklan sesuai dengan data yang dipublikasikan (publish rate), sehingga nilai yang tercatat adalah nilai bruto.
BACA JUGA :
(brl/red)