Apple Inc perlu difasilitasi tapi tidak untuk diistimewakan
Apple Incorporated © 2015 valuewalk.com
Techno.id - beberapa hari ini, dikabarkan perusahaan asal Amerika, Apple, akan berinvestasi di Indonesia. Walaupun hingga sekarang belum jelas detail investasinya, namun arahnya akan seperti di Brazil, yakni research and development (R&D).
-
Apple dan Kemenperin negosiasi selama 3 jam, akankah iPhone 16 bisa dijual resmi di Indonesia? Jika kesepakatan tercapai, investasi ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur global
-
Indonesia juga sanggup penuhi pesanan Apple, kalau ... Sayangnya, sebagian perusahaan tampak masih enggan mendongkrak jumlah kandungan lokalnya di Indonesia, khususnya di bidang produksi.
-
Geram Apple minta Tax Holiday 50 tahun, anggota DPR serukan pemerintah blokir produk Apple Pada rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN Erick Thohir, anggota DPR menegaskan permintaan tersebut sangat keterlaluan.
Terkait hal ini pengamat ekonomi, Umar Juoro, berpendapat soal investasi perusahaan dengan lambang apel kroak tersebut. Menurutnya, seperti yang dilansir oleh Merdeka.com (19/10/15), pemerintah harus memfasilitasi Apple untuk berencana investasi di Indonesia.
"Pemerintah harus memfasilitasi minat Apple untuk investasi di Indonesia karena akan meningkatkan pertumbuhan dan transformasi ekonomi ke kegiatan ekonomi dengan teknologi yang lebih tinggi," ujarnya dikutip dari Merdeka.com.
"Apple juga berusaha mengalihkan ketergantungannya pada Tiongkok yang pertumbuhan ekonominya menurun. Fasilitas berupa insentif pajak, infrastruktur khususnya di lokasi industri yang dipilih, dan pekerja terampil yang siap. Kalau melihat pengalaman Vietnam berhasil menarik Samsung, mereka menyediakan berbagi fasilitas termasuk membangun jalur khusus ke bandara," tambahnya.
Walaupun begitu, ia juga menegaskan jika rencana kedatangan Apple di Indonesia tak perlu ditanggapi berlebihan, namun yang terpenting adalah cocok dengan perhitungan bisnisnya.
"Untuk di Indonesia tidak perlu harus karpet merah berlebihan, tetapi yang cocok dengan perhitungan bisnis. Mengingat di Indonesia belum berkembang industri komponen yang mendukung produksi Apple, maka bisa memulai dengan mengembangkan bagian dari global supply chain Apple. Nanti secara bertahap baru bisa produksi Apple yang lebih utuh dengan dukungan supply chain yang memadai," jelasnya.
BACA JUGA :
(brl/red)