Bajak ponsel pasangan, apakah Anda salah satunya?
Ilustrasi bajak ponsel pasangan © mix97-3.com
Techno.id - Smartphone adalah bawaan wajib bagi muda-mudi kekinian. Selain sebagai alat komunikasi melalui beberapa aplikasi seperti WhatsApp, BBM, Line, Viber, WeChat dan masih banyak messenger lainnya, juga sebagai sarana interaksi dengan ribuan teman di sejumlah media sosial dari Path, Instagram, Facebook, hingga Twitter.
-
Kenapa sih orang bisa kecanduan sama ponsel? Dikit-dikit ngelirik ponsel. Setiap kali ada notifikasi dari Facebook, Twitter, Instagram sampai Path selalu nggak sabaran buat ngecek.
-
Kini orangtua bisa memata-matai aktivitas anak di dunia maya Kamu juga dapat melihat log panggilan telepon mereka, kontak telepon dan riwayat browsing web, serta aktivitas Facebook, Instagram dan WhatsApp.
-
User berusia 18-29 tahun paling susah jauh dari smartphone Buktinya, 22 persen di antara mereka pun kedapatan mengecek ponsel setiap beberapa menit sekali.
Bicara soal sarana komunikasi dan interaksi, tak jarang hal ini juga menimbulkan kecurigaan antar pasangan muda. Seperti yang dilansir oleh CNET pada hari Kamis (24/09/15) lalu, banyak ditemukan anak muda yang justru berusaha membobol ponsel milik pasangannya sendiri.
Alasan yang biasanya mereka kemukakan adalah ketidak percayaan atau kecurigaan yang berlebih. Menurut survei, sekitar 46% warga Australia yang berumur 16-24 tahun melakukan hal tersebut pada pasangannya.
Mereka melakukannya ketika pasangan sedang meninggalkan ponsel kesayangannya di atas meja. Meski ponsel tersebut dikunci, biasanya password sudah diketahui pasangan. Ketika masuk, biasanya sasaran pertama adalah chat pada beberapa aplikasi messenger.
Para remaja yang tak percaya ini akan melacak, apakah benar, ketika pasangannya mengatakan sedang makan malam bersama keluarga adalah benar dan tidak bersama orang ke-3. Terkadang mereka menemukan bukti, namun kadang juga tidak.
Bahkan ada juga aplikasi bernama mSpy yang sering digunakan untuk melacak keberadaan seseorang. Undang-undang privasi terkait melacak dan memonitor orang lain menggunakan teknologi ini juga masih dikembangkan lebih lanjut di beberapa negara.
Bagaimana dengan di tanah air? Apakah Anda juga termasuk salah seorang yang tak percaya dengan pasangan dan sering mengecek ponselnya?
BACA JUGA :
- Ericsson habiskan Rp 71 triliun per tahun hanya untuk riset
- Metal Gear Solid 5 lebih laku di PS 4 dibandingkan Xbox One
- 24 Smartphone asal Tiongkok diduga terkontaminasi pra-instal malware
- Google: Ini tiga kebiasaan belanja online kaum urban Indonesia
- Riset Google: Kaum urban cenderung gunakan smartphone untuk sosmed
(brl/red)