Dengan Smart Gun, penegak hukum takkan bisa seenaknya tembakkan pistol
Ilustrasi polisi © news1130.com
Techno.id - Tak semua kejahatan yang terjadi disebabkan oleh sekelompok penjahat. Namun banyak juga kasus penembakan yang dilakukan oleh oknum kepolisian. Terkadang, kewenangan yang diberikan pada mereka untuk memegang senjata api disalahgunakan begitu saja.
-
Identilock, agar tak ada lagi penyalahgunaan senjata api Piranti ini sengaja dibuat untuk mengurangi penyalahgunaan senjata api yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
-
Kacamata canggih polisi siap rekam setiap tindakan pelanggaran Pemerintah negeri jiran itu membekali seluruh petugas kepolisian yang ada di lapangan dengan kacamata canggih.
-
Menristekdikti dukung munculnya inovasi di bidang keamanan Menteri Nasir mendukung munculnya inovasi di bidang keamanan seperti tombol panik untuk melapor secara otomatis jika ada kejahatan di sekitar.
Kini, para penegak hukum di Santa Cruz, California, tak bisa seenaknya mencabut pistol dari sarungnya. Seperti yang diberitakan oleh Ars Technica pada hari Jumat (09/10/15) lalu, aktifitas petugas kepolisian terkait penggunaan pistolnya bisa terekam dengan detil.
Sebuah startup yang bernama Yardarm Technologies telah menciptakan sebuah sensor yang bernama Smart Gun. Sensor ini dapat mengetahui kondisi pistol setiap anggota kepolisian. Dalam sebuah demo, alat ini bisa mengidentifikasikan nama polisi dan posisi pistol yang dibawanya.
Ketika di jam dan menit yang sama polisi tersebut menarik pistol dari sarungnya, hingga akhirnya memuntahkan timah panas, aktifitas tersebut bisa terekam dengan jelas pada Smart Gun. Tujuan dibuatnya sensor ini adalah sebagai tindak lanjut dari beberapa kasus 'kelalaian' kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
Ya, membawa senjata api dibutuhkan tanggung jawab yang besar. Teknologi ini juga akan mengurangi angka kekerasan dan kesewenang-wenangan oknum polisi yang tak bertanggung jawab dan sering terjadi di Amerika. Bagaimana dengan Indonesia?
BACA JUGA :
(brl/red)