ISIS berkomunikasi lewat aplikasi Telegram, pemilik aplikasi bela diri
Pavel Durov, pemilik aplikasi Telegram © 2015 techcrunch.com
Techno.id - Saking amannya, aplikasi Telegram memang banyak digunakan anggota ISIS untuk berkomunikasi dan menyebarkan propagandanya. Hal ini karena aplikasi Telegram menggunakan enkripsi untuk data penggunanya, celah inilah yang dimanfaatkan oleh kelompok militan tersebut.
-
CEO Telegram Pavel Durov ditangkap di Prancis, dituduh gagal memoderasi konten kriminal di platformnya Penangkapan itu diduga berkaitan dengan kurangnya sensor di Telegram
-
6 Sebab mengapa Anda harus meninggalkan WhatsApp demi Telegram Dari urusan keamanan sampai jaminan 100 persen gratis, ini keunggulan Telegram dibanding WhatsApp.
-
Lanjut perang, hacker Anonymous klaim lumpuhkan 5500 akun Twitter ISIS Anonymous benar-benar perangi ISIS sesuai janjinya.
Terkait hal ini, pemilik aplikasi Telegram Pavel Durov mengatakan jika ia mengetahui jika platform mereka digunakan ISIS. Namun, ia tidak mengambil tindakan karena privasi pengguna memang menjadi fokusnya, seperti yang dilansir oleh Engadget.com (20/11/15).
"Hak dan privasi penting untuk pengguna kami, ISIS akan selalu menemukan cara untuk berkomunikasi antar mereka dan mudah beralih ke aplikasi lainnya," ujar Pavel Durov dikutip dari Engadget.com.
Selain itu ia juga menambahkan jika ia melakukan hal yang benar dengan melindungi privasi pengguna.
"Saya tidak berpikir kami harus merasa bersalah ataukah tidak terkait hal tersebut. Saya pikir kami telah melakukan hal yang benar untuk melindungi privasi pengguna kami," tambahnya.
Pavel Durov menyampaikan hal tersebut saat wawancara di TechCrunch Disrupt baru-baru ini, setelah secara resmi menutup 78 channel ISIS di aplikasinya karena serangan mereka di Paris dan Beirut.
BACA JUGA :
(brl/red)