Layakkah konsumen mempercayai rating di Amazon?
Jeff Bezos, CEO Amazon © 2010 Wikimedia.org/Steve Jurvetson
Techno.id - Sebagai satu dari segelintir e-commerce terbesar di dunia, Amazon memang memiliki banyak komoditas untuk dijual. Di platform itu pula, Amazon mengizinkan para netizen untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan rating sekaligus review pada produk yang dijajakan.
-
Review dari konsumen lain sangat pengaruhi legitimasi ritel online Sementara itu, ada juga faktor yang dapat menancapkan kepercayaan pada konsumen, yakni banyaknya dan berkualitasnya informasi yang ditawarkan.
-
12 Testimoni lucu kasih bintang lima di toko online ini bikin nyengir Belinya apa, eh kesan yang ditulis nggak ada sangkut pautnya dengan barang atau layanan dari toko daring terkait. Kocak!
-
11 Balasan review bintang 5 admin online shop ini bikin ngakak pol Para pelanggan ini memang super iseng, ada saja balasan kocak untuk para penjual online shop.
Namun, ada satu hal janggal di Amazon yang ditemukan oleh tim BestReviews.com. Bintang lima di sana, yang mengindikasikan kesempurnaan produk dan kepuasan konsumen, sangat diumbar.
Mereka mengadakan penelusuran dengan mengambil sampel sebanyak 360 ribu penilaian yang diberikan user Amazon untuk 488 produk dari beragam kategori. Hasilnya, proporsi populasi 5-star nampak tak seimbang.
Distribusi jenis rating di Amazon
© 2016 BestReviews.com
Anehnya lagi, distribusi rating sempurna di Amazon begitu tinggi dan timpang dengan sejumlah situs lain. Nilai bintang lima di IMDB dan Trip Advisor, misalnya, begitu minim dan berselisih jauh dibanding Amazon.
Distribusi rating sempurna di Amazon dan sejumlah situs lain
© 2016 BestReviews.com
Tentu Anda menyadari, semakin banyaknya review positif dari suatu produk, konsumen pun lebih mudah terpengaruh untuk membeli barang tersebut. Situs sekelas Amazon pun sudah biasa mendapat tudingan doyan memanipulasi rating, mulai dari membayar orang hingga memberikan produk gratis pada reviewer agar mau memberikan rating tinggi.
Di sisi lain, Amazon sendiri memang mengimbau user-nya agar lebih bijak dalam memberikan rating buruk pada seller. Dalam laman help-nya, e-commerce yang dipimpin oleh Jeff Bezos itu memaparkan, "Sebelum memberikan rating negatif, pastikan Anda sudah memberi kesempatan pada seller untuk mengatasi masalah yang Anda alami." Jikalau mayoritas pengguna Amazon memang sudah melakukan hal itu, maka pantas saja penilaian bintang lima banyak bertebaran di sana.
Menurut Anda sendiri bagaimana? Apakah ulasan positif di situs e-commerce bisa dengan mudah menggoyahkan iman Anda untuk berbelanja online?
BACA JUGA :
(brl/red)