Menkominfo janji permudah hadirnya startup baru
Ilustrasi logo Kementerian Komunikasi dan Informatika © 2015 techno.id
Techno.id - Melihat tingginya antusiasme startup di Indonesia, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, mengatakan akan memberikan kesempatan kepada startup baru yang hadir.
-
Soal startup, Menkominfo tak lagi mau banyak bicara Menkominfo Rudiantara memilih untuk lebih banyak mempelajari dan mendengarkan masukkan.
-
Aturan RPP e-commerce berpotensi mematikan startup lokal idEA: Aturan KYC yang rumit berpotensi membunuh startup (e-commerce kecil) lokal
-
Ngebet lahirkan banyak teknopreneur, Menkominfo gandeng Huawei Program penyediaan fasilitas inovasi ini diklaim sejalan dengan misi pemerintah yang ingin menciptakan 1.000 teknopreneur hingga tahun 2020.
"Kami tidak ingin mempersulit di awal, justru kami ingin memberikan kesempatan kepada startup. Mereka hanya perlu register," ungkap Rudiantara.
Namun pihaknya mengatakan diperlukan kebijakan untuk melindungi pelanggan.
Menkominfo mengaku memiliki sejumlah pilihan untuk memberikan perlindungan terhadap pelanggan e-commerce, salah satunya sertifikasi. Sementara itu, ia mengungkapkan hal tersebut tidak perlu dilakukan mengingat dinamika bisnis e-commerce berubah sangat cepat. Untuk itu, startup hanya perlu akreditasi sebelum memulai layanannya.
"Startup register saja Kemkominfo, tapi sebelum mereka memberikan layanan harus diakreditasi untuk mengetahui sistemnya benar atau tidak," ujar Rudiantara.
BACA JUGA :
(brl/red)