Menkominfo kirim perwakilan ke Google, ada apa?
Ilustrasi Kemkominfo © 2015 techno.id
Techno.id - Kedekatan pemerintah Indonesia dengan Google semakin kentara pasca co-founder mereka, Sergey Brin, berkunjung ke Tanah Air. Belakangan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menyatakan telah mengirim tim untuk berangkat ke markas Google di California, Amerika Serikat.
-
Google Fi ditentang masuk Indonesia jika Google Fi masuk Indonesia sudah pasti akan merugikan banyak perusahaan operator seluler yang ada di Indonesia.
-
Pendiri Google pun kagumi Go-Jek Menkominfo: "Bahkan sampai untuk pesan pijat, Go-Jek bisa,"
-
Kunjungi AS, Presiden diminta tegas ke Google dan Facebook CS Presiden diharapkan tidak memberikan angin segar bagi perusahaan digital asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Seperti dikutip dari Merdeka.com (06/01/16), perwakilan tersebut ternyata ditugaskan untuk menimba ilmu dari Google Fiber. Subsider Alphabet Inc. itu selama ini menyediakan layanan jaringan internet dan televisi kabel berbasis kabel fiber.
"Sergey sudah oke kita kirim orang buat mempelajari Google Fiber," terang Rudiantara.
Chief RA merasa hal ini perlu dilakukan karena ada banyak hal yang sebenarnya bisa dipelajari dan diadopsi di Indonesia.
"Kita mesti banyak pelajari, kalau ada yang bisa kita adopsi, kita adopsi. Saya kadang-kadang kaget juga ketika melihat perkembangan teknologi ICT yang begitu cepatnya. Makanya, kita harus belajar cepat. Kecepatan itu penting, kita ini di dunia ICT," tambahnya.
Namun, ia menyangkal jika kunjungan ini berkaitan dengan pemulusan izin operasi Google Fiber di Indonesia. Sejauh ini, Google Fiber hanya tersedia di AS dengan jumlah pelanggan sekitar 27 ribu terhitung Maret 2015 silam.
Sergey sendiri membantah akan membangun operator telekomunikasi di Tanah Air. Ia dan Google hanya akan bekerja sama dengan operator telekomunikasi lokal.
"Baru-baru ini kami kan juga menandatangani perjanjian dengan operator besar, Telkomsel, XL, dan Indosat. Kami sangat fokus pada kerja sama," terang Sergey beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Indonesia.
BACA JUGA :
(brl/red)