NASA akan 'menangkap' alien dengan robot belut
NASA kembangkan robot belut untuk mencari alien © 2015 engadget.com
Techno.id - NASA nampaknya selalu penasaran dengan kehidupan alien. Bahkan, mereka kali ini lebih serius untuk mencari alien hingga ke planet lain. NASA kemungkinan akan menjelajahi semua planet dengan sebuah robot lunak yang berbentuk seperti belut. Lalu, apa alasan dipilihnya robot belut?
-
NASA ciptakan robot tokek jelajah di luar angkasa NASA mengembangkan robot tokek untuk memantau bagian luar pesawat luar angkasa.
-
Ilmuwan NASA yakin temukan kehidupan Alien dalam 20 tahun ke depan Mahluk di luar bumi semakin nyata kehadirannya setelah ilmuwan NASA menemukan data-data yang mengarah ke sana.
-
NASA rancang robot "tahan banting" untuk misi luar angkasa Robot dengan nama seri Hedgehog tersebut, kabarnya sengaja dirancang untuk menghadapi lingkungan dengan gravitasi rendah dan medan yang terjal.
Belut bisa dikatakan lebih gesit ketika bergerak di dalam air. Nah, robot ini nantinya akan ditugaskan untuk mencari alien di planet yang memiliki kadar air melimpah, seperti Europa. Planet dengan sumber air yang banyak dipercaya NASA sebagai sarang persembunyian para alien.
Ketika robot sedang berada di dalam air pastinya akan menyulitkan untuk mendapatkan energi dari matahari. Oleh sebab itu, para ilmuwan memasang antena pendek di punggungnya untuk menghasilkan listrik dari perubahan medan magnet sekitar.
Menurut laporan Engadget (9/5/2015), robot berbentuk belut ini merupakan salah satu dari 15 proposal untuk studi tahap I dari NASA Innovative Advanced Concepts (NIAC). Pada tahap pertama ini setiap proposal diberikan pendanaan sebesar Rp 1,3 miliar. Apabila konsep robot ini berjalan lancar, maka akan dilanjutkan pada tahap kedua dengan pendanaan sekitar Rp 6,5 miliar.
BACA JUGA :
- NASA kembangkan pesawat tanpa awak dengan sepuluh mesin listrik
- Peneliti Indonesia benarkan prediksi NASA akan temukan alien
- Peneliti antariksa Indonesia tidak kalah dengan peneliti luar negeri
- NASA akan menemukan alien dalam waktu 10 atau 20 tahun ke depan
- Robot terapi untuk pasien cedera lengan dan tulang belakang
(brl/red)