Selfie lebih banyak membunuh dibanding serangan hiu
Ilustrasi selfie © 2015 insightbulletin.com
Techno.id - Semenjak era smartphone dengan kamera depan yang berkualitas, tren selfie sepertinya menjadi lekat dengan kehidupan digital sekarang. Apalagi banyak media sosial yang bisa menjadi wadah gambar-gambar tersebut. Sebut saja Instagram, Facebook, Twitter, serta media sosial lainnya adalah 'sarang' di mana foto-foto selfie dipamerkan.
-
Risiko kematian akibat selfie lebih tinggi dibanding serangan hiu Perbandingannya adalah 12:8.
-
Ini sejumlah aktivitas yang tidak boleh dilakukan sambil selfie Berdasarkan laporan dari Priceonomics, mayoritas korban kecelakaan karena selfie diakibatkan jatuh dari ketinggian.
-
Ini negara dengan kasus selfie maut paling banyak di dunia, serem abis Selfie yang tak tahu tempat bisa membahayakan nyawa.
Namun tahukah Anda, tren selfie dilaporkan banyak memakan korban nyawa di dunia. Dilansir oleh Androdiauthority.com (26/09/15), tren mengambil foto selfie ini dikatakan lebih banyak memakan korban jiwa jika dibandingkan dengan serangan hiu.
Untuk tahun ini saja, di dunia, dilaporkan jika terjadi serangan hiu pada manusia dan menelan korban sebanyak 8 orang, sedangkan selfie untuk tahun ini telah menyebabkan 12 kematian. Ironis bukan?
Bahkan pemerintah Rusia memberikan perhatian khusus mengkampanyekan peringatan untuk kaum mudanya berhati-hati saat menjalankan tren ini.
Nah, bagaimana dengan Indonesia? Anda masih ingat dengan pendaki 'musiman' yang terjatuh di lereng gunung Merapi? Dari kejadian tersebut, nampaknya Anda harus sadar jika tren ini bisa saja merenggut nyawa Anda.
BACA JUGA :
- Istri Presiden Obama robek aturan larangan selfie di White House
- Tongkat selfie jadi senjata baru reporter laporkan berita secara live
- Sebelum setenar sekarang, selfie ternyata sudah ada sejak 1880-an
- Survei membuktikan, kaum hawa habiskan 5 jam seminggu untuk selfie!
- Sydney Opera House kini juga anti-tongsis
(brl/red)