Tiongkok luncurkan dua satelit barunya untuk saingi GPS
Ilustrasi satelit © 2015 Stanislaw Tokarski / Shutterstock.com
Techno.id - Dilansir oleh Phsys.org (26/07/15) dikabarkan jika Tiongkok meluncurkan dua buah satelit baru ke luar angkasa pada hari Sabtu (25/07/15). Media pemerintah Tiongkok mengatakan, Sistem navigasi satelit tersebut diluncurkan untuk menyaingi Global Positioning System (GPS) milik Amerika Serikat.
-
Pesawat kargo antariksa pertama China diluncurkan ke luar angkasa Barang apa saja ya yang dibawa ke luar angkasa?
-
Indonesia akan punya bandar antariksa, ini calon lokasinya Pembangunan bandar antariksa merupakan amanat Undang-Undang dan Peraturan Presiden.
-
Demi alien, Tiongkok rela menggusur hampir 10.000 warga Untuk mencari alien, pemerintah Tiongkok rela menggusur 9.110 warga.
Sebuah roket untuk membawa kedua tersebut diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit di provinsi Sichuan. Dikatakan jika kedua satelit tersebut merupakan satelit ke-18 dan ke-19 yang diluncurkan oleh Tiongkok untuk mengembangkan sistem navigasi domestik Beidou, atau Kompas.
Beidou saat ini berpusat di kawasan Asia Pasifik, namun dijadwalkan untuk mencakup seluruh dunia pada tahun 2020 mendatang.
"Suksesnya peluncuran ini menandai langkah solid lainnya dalam membangun Beidou menjadi sistem navigasi dengan cakupan global," kata pusat peluncuran satelit tersebut dikutip dari Phsys.org.
Beidou pertama kalinya diluncurkan tahun 2012 lalu dengan tujuan untuk bersaing dengan GPS dari Amerika Serikat, GLONASS dari Rusia dan Galileo dari Uni Eropa. Sistem semacam itu telah digunakan oleh sejumlah negara di Asia seperti Laos, Pakistan, dan Thailand.
Sementara, sistem Beidou saat ini digunakan untuk layanan sipil seperti navigasi dan pesan, serta di sektor transportasi, dan peramalan cuaca. Bahkan Beidou dikatakan juga memiliki aplikasi militer.
BACA JUGA :
- Ternyata, perjalanan luar angkasa bisa buat kulit makin tipis!
- NASA rilis video yang menampilkan permukaan berembun si planet kerdil
- Ingin saingi Amerika, Tiongkok buat teleskop radio terbesar di dunia
- NASA temukan planet layak huni seperti bumi
- Stephen Hawking dan milyuner Rusia buat proyek untuk mencari alien
(brl/red)