User smartphone di Indonesia makin banyak, apa dampaknya bagi negara?
Ilustrasi pengguna smartphone © 2015 Stuart Jenner / Shutterstock.com
Techno.id - Tak lagi dipandangnya smartphone sebagai barang mewah melainkan kebutuhan utama oleh masyarakat Indonesia membuat banyak hal berubah. Untuk skala besar, misalnya, smartphone diprediksi sudah menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 5,5 persen.
-
Krisis tak pengaruhi pertumbuhan iklan lewat ponsel pintar Dalam kurun waktu satu tahun terakhir pertumbuhan ponsel Cina lebih merata turut meningkatkan data belanja iklan. Simak selengkapnya di sini...
-
Tahun ini, pasar smartphone Indonesia akan tetap menguntungkan Canalys turut memprediksi lebih dari 1,5 miliar smartphone bakal laku sepanjang 2016.
-
Aplikasi mobile sumbang pertumbuhan ekonomi indonesia Ya, aplikasi di dalam smartphone yang Anda gunakan sehari-hari ternyata telah menyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia
Hal ini diungkap langsung oleh Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Kristiono. Dari kajian dan survei yang sudah dilakukan pihaknya bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), diketahui kalau setiap pengguna smartphone di Indonesia berkontribusi terhadap nilai tambah ekonomi Tanah Air sebesar Rp1,728 juta.
Sementara itu, kenaikan satu persen user ponsel meningkatkan PDB sekitar 0,055 persen.
Mengapa kontribusi smartphone bisa sebesar itu? Kristiono memaparkan kalau berkat ponsel pintar, konsumsi data internet melalui beragam aplikasi yang tersedia di dalamnya turut terpacu.
"Smartphone adalah alat produksi yang memungkinkan masyarakat meningkatkan kualitas hidup, memberikan akses lebih mudah untuk informasi dan peluang bisnis," ujarnya seperti dikutip dari Antara (01/12/15).
Dari studi ini, Kristiono juga menyarankan agar pemerintah tak menghambat daya beli smartphone di pasaran. Menurutnya, berbagai kebijakan seperti Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dirasa masih memberatkan masyarakat.
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika sendiri telah berkomitmen untuk memanfaatkan sektor teknologi informasi demi mendorong perekonomian nasional. Yang terbaru, Menkominfo, Rudiantara, bakal mengupayakan agar jaringan 4G Indonesia bisa memakai frekuensi 2.100MHz tahun depan.
BACA JUGA :
(brl/red)