5 Cara amankan akun media sosial agar tak mudah diretas

Advertisement

Techno.id - Yang namanya berinteraksi di internet pasti akan berkaitan erat dengan keamanan. Dalam kasus ini, akun media sosial perlu lebih disorot karena memang sebagian besar pengguna internet adalah untuk berinteraksi di media sosial.

Sudah bukan rahasia umum jika akun media sosial banyak mengalami peretasan. Terlepas dari kemampuan para hacker yang kian berkembang, tahukah Anda jika cara mengamankan akun media sosial Anda sendiri juga memiliki andil?

Kekuatan kata sandi

Menurut hasil survei terbaru dari SplashData, kata sandi yang paling banyak digunakan di tahun 2015 ternyata masih saja sederhana. Misalnya seperti '123456' atau 'password'. Ironisnya, kata sandi yang sama bahkan juga digunakan di akun media sosial yang berbeda.

Ya, kekuatan kata sandi sejatinya cukup berbanding lurus dengan mudah tidaknya akun media sosial Anda diretas. Membuat kata sandi rumit pun sebenarnya tidaklah sulit. Pasalnya, saat ini sudah dapat memanfaatkan bantuan dari piranti lunak seperti LastPass atau 1Password.

Ganti kata sandi

Memiliki kata sandi yang rumit dan susah dihafal memang lebih menjamin. Namun fakta ini tak bisa jadi andalan dalam jangka panjang. Setidaknya, piranti lunak keamanan yang kian canggih juga akan berbanding lurus dengan kemampuan peretas.

Verifikasi dua langkah

Media sosial besar seperti Facebook dan Twitter sudah dilengkapi dengan fitur verifikasi dua langkah (two-steps). Artinya, proses login membutuhkan lebih dari sekadar kata sandi.

Jika belum pernah mendengar sebelumnya, salah satu contoh verifikasi two-steps adalah menggunakan kata sandi dan nomor telepon. Nomor telepon itu nantinya akan digunakan untuk menerima kode keamanan setelah memasukkan kata sandi.

Hindari tautan asing

Semua orang pasti tahu bahwa media sosial besar seperti Facebook atau Twitter adalah sebuah ladang subur untuk berpromosi. Namun tentu saja, tidak semua pengguna berniat memanfaatkan media sosial untuk berjualan secara halal.

Oleh sebab itu, hindari struktur tautan (URL) promosi yang berbau tak lazim. Misalnya seperti menjauhi nama domain yang tak relevan atau tidak mengakses URL pendek. Jika tersedia, perhatikan tulisan pratinjau pada tautan terlebih dahulu.

Selalu keluar akun

Tak dapat dipungkiri, keluar akun (sign-out) adalah aktivitas yang sering dikesampingkan oleh mayoritas pengguna media sosial. Para pengguna beralasan, mereka selalu membuka akun di gadget mereka sendiri.

Dalam banyak kasus, hal ini mungkin tak menjadi masalah. Namun yang perlu diperhatikan adalah dampaknya. Ya, kebiasaan jarang sign-out dari gadget sendiri dapat menular di saat-saat tertentu. Praktis, peluang diretas pun terbuka lebar.

Semoga bermanfaat!

Advertisement


(brl/red)