7 Peran tersembunyi AI di industri perbankan, bisa deteksi penipuan hingga perlindungan aset nasabah
foto ilustrasi: Pexels.com
Techno.id - Artificial Intelligence atau AI tengah berkembang pesat. Ada banyak sektor industri perekonomian memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan ini. Salah satu industri yang cocok dengan AI adalah perbankan.
-
5 Potensi bahaya terbesar ketika AI semakin canggih, waspadai data pribadi Kemajuan AI membawa banyak manfaat, tetapi juga membawa bahaya besar yang perlu diperhatikan
-
Membongkar mitos AI, fakta dan realitas kecerdasan buatan Artificial intelligence hanyalah alat yang dikembangkan manusia
-
9 Tren teknologi 2021 wajib kamu tahu, ladang empuk karier masa depan Tren-tren ini sudah mulai diterapkan di berbagai sektor kehidupan. Ke depannya, banyak pekerjaan yang membutuhkan tren-tren ini. Mau mencoba?
Sebagai informasi, industri perbankan telah mengalami transformasi signifikan ke arah positif dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Terbaru mereka menerapkan teknologi AI maupun Machine Learning. Alhasil penerapan teknologi AI tersebut dapat mengubah cara bank beroperasi dengan memberikan banyak manfaat, termasuk meningkatkan pengalaman pelanggan, mengurangi penipuan, dan mengantisipasi risiko.
Melalui penerapan teknologi AI, seseorang tak perlu lagi datang ke bank untuk melakukan transaksi. Cukup menggunakan smartphone, maka berbagai transaksi keuangan dapat dilakukan secara mudah. Bahkan melalui sebuah aplikasi, data keuangan terbilang lebih akuntabel dan dapat dipertanggung jawabkan.
Lantas apa saja peran AI di industri perbankan? Kali ini techno.id akan memberikan 7 peran tersembunyi AI di industri perbankan, yang dihimpun dari berbagai sumber, pada Jumat (3/3).
BACA JUGA :
- Snapchat luncurkan My AI dengan basis ChatGPT, segini harga langganannya
- Mengenal TUXI, alternatif virtual assistant yang anti mainstream
- Google rilis Magic Eraser bagi pengguna Google One di Android dan iOS, langsung ditanggapi Elon Musk
- Microsoft siapkan Bing AI untuk pengguna Android, iOS, dan Skype dengan fitur baru Voice Input
- Jawaban chatbot Microsoft Bing mengigau, jadinya menyeramkan
(brl/guf)