Berapa lama umumnya orang Indonesia nonton video dalam sehari?
Ilustrasi menonton video di laptop © 2015 junpinzon / Shutterstock.com
Techno.id - Masyarakat Indonesia sekarang bisa dibilang sulit lepas dari layar gadget, mulai dari televisi hingga smartphone. Anggapan itu pun diperkuat oleh Millward Brown, yang belum lama ini merilis riset terbaru soal aktivitas user Indonesia di depan multi-layar.
-
Mobile video akan menjadi kanal media paling penting di Indonesia Sebuah pesan dari CEO Brilio.
-
Kalau tak ingin video iklan Anda di-skip viewers, ini triknya Yang utama, iklan dirasa harus memiliki konten, kemudian baru harus lucu dan menarik dari segi desain.
-
Lambat laun televisi mulai 'ditinggalkan' para remaja di Indonesia Menurut survei yang dilakukan Crowd DNA, para remaja di Indonesia lebih sering mengakses informasi melalui smartphone ketimbang televisi.
Dari rilis yang diterima Techno.id (18/11/15), perusahaan riset yang berbasis di New York itu menemukan bahwa konsumen Indonesia menghabiskan rata-rata 229 menit (hampir 4 jam) hanya untuk menonton video. Lebih lanjut, distribusinya ialah 52 persen untuk saluran digital (smartphone, tablet, dan laptop), sementara 48 persennya untuk televisi, baik saluran televisi biasa maupun on-demand.
Meski dari segi persentase konten digital lebih diminati, televisi tetap menjadi media terfavorit untuk menikmati video. Pemirsa Tanah Air rerata menghabiskan 78 menit menonton video di depan layar televisi bersaluran biasa, sementara di layar smartphone cuma 54 menit. Kemudian, laptop (41 menit) dan tablet (23 menit) menyusul.
Uniknya, aktivitas menonton video user di Indonesia ini lebih tinggi dibanding rerata user secara global, yakni 229 menit berbanding 204 menit. Indonesia pun tergolong sebagai negara dengan konsumsi video terbanyak di dunia, meski masih di belakang Nigeria sebagai pemuncak daftar ini dengan 4,5 jam.
BACA JUGA :
- Survei: Menonton video online sudah sesering menonton TV
- Apakah kebebasan internet di Indonesia adalah yang terburuk di dunia?
- UCWeb temukan kecenderungan menarik pengguna mobile di Indonesia
- Orang Amerika saja kurang minat beli produk smart home, mengapa?
- Infrastruktur cloud Indonesia masih jauh dari kebutuhan minimum
(brl/red)