CEO Snapchat: Anda tak perlu lagi menahan layar untuk memutar video!
Ilustrasi menahan layar untuk memutar video di Snapchat © 2015 springrole.com
Techno.id - CEO Snapchat, Evan Spiegel dalam Recode's Code Conference mengumumkan bahwa dalam waktu dekat pengguna tidak perlu lagi menahan layar untuk memutar video. Menurut Spiegel, Snapchat berencana untuk menghilangkan "kebiasaan" tersebut dan membiarkan video yang dikirim oleh teman Anda bermain tanpa harus repot-repot menahan layarnya.
-
Geger masalah kebijakan privasi, Snapchat berikan klarifikasi Pihak Snapchat mengaku jika pengguna masih akan memegang secara penuh hak terhadap konten yang diuploadnya.
-
Snapchat saingan sama Facebook, 8 miliar video ditonton setiap hari Snapchat dan Facebook sama-sama memiliki jumlah penayangan video hingga 8 miliar setiap hari.
-
Ingin simpan semua Stories di Snapchat? Begini caranya Dengan cara ini, Anda bisa menyimpan semua video Stories yang diposting pada bulan sebelumnya.
Seperti dirilis oleh The Next Web (27/5/15), Spiegel belum menjelaskan lebih rinci bagaimana nanti skema yang akan digunakan untuk menggantikan "kebiasaan" lama untuk memutar video di Snapchat tersebut. Beberapa spekulasi menyebutkan, bisa saja Snapchat akan menyisipkan tombol play untuk memudahkan penggunanya memutar video atau video akan otomatis bermain saat Anda membuka video kiriman dari teman Anda.
CEO Snapchat, Evan Spiegel © 2015 hereandnow.wbur.org
Kendati rencana Snapchat untuk menghilangkan "kebiasaan" tersebut disambut baik oleh penggunanya, beberapa orang justru berpendapat menghilangkan skema tersebut sangatlah berisiko. Pasalnya, salah satu alasan Snapchat menggunakan skema menekan dan menahan layar untuk pemutaran video adalah untuk memastikan keterlibatan penggunanya. Nah, dengan menghilangkan skema tersebut maka beberapa orang khawatir Snapchat akan kehilangan kesempatan untuk benar-benar memastikan penggunanya sudah melihat video yang dikirimkan sampai selesai.
Namun, Spiegel yakin dengan jumlah pengguna layanan mencapai 100 juta per hari dan 65 persen diantaranya meng-upload video, pihaknya tidak perlu lagi mengontrol penggunanya dengan ketat, terutama untuk urusan memutar video.
BACA JUGA :
(brl/red)