Facebook: Keakuratan pendeteksi wajah kami sudah meningkat 60 persen
Ilustrasi Facebook © 2015 techno.id
Techno.id - Jika sering mengunggah foto di Facebook, Anda pasti menyadari bahwa Facebook dapat mendeteksi setiap wajah yang ada di dalam foto. Ya, selesai mengunggah foto, Facebook akan meminta Anda untuk menandainya dengan fitur bernama Tag.
-
Rencana kembangkan teknologi kulit robot, ini 5 fakta inovasi Meta Kulit sintesis ultra-tipis untuk robot ini memungkinkan mereka dapat merasakan objek seperti kulit manusia.
-
Bos Facebook memakai topeng Iron Man di depan layar laptop, ada apa? Mark menyapa pengikutnya di Facebook dengan mengenakan topeng Iron Man.
-
Pakai algoritma baru, Facebook janjikan informasi 'hoax' berkurang Selain algoritma baru, Facebook kini juga sediakan sebuah tool khusus agar pengguna dapat melaporkan berita palsu
Menurut CTO Facebook Mike Schroepfer, fitur tersebut kini sudah jauh lebih baik. Bahkan di penghujung akhir tahun ini, akurasi teknologi pendeteksi wajah media sosial besutan Mark Zuckerberg itu diklaim sudah meningkat hingga 60 persen.
Teknologi pendeteksi wajah Facebook dari masa ke masa
© 2015 Facebook
"Mengajari komputer untuk dapat mendeteksi dan membedakan antara objek, adalah sesuatu yang dikerjakan oleh tim Facebook AI Research (FAIR) dalam setahun terakhir," ujar Schroepfer sebagaimana dikutip dari VentureBeat (18/12).
"Mereka telah membuat kemajuan besar dalam waktu singkat. FAIR telah mampu membuat deteksi objek dan teknologi segmentasi meningkat hingga 60 persen dalam satu tahun," tambahnya.
Menurutnya, peningkatan akurasi ini telah dibuktikan Facebook dengan meraih posisi dua di kompetisi Microsoft Common Objects in Context (COCO) 2015. Kendati demikian, Microsoft masih mengungguli Facebook dengan menempati posisi pertama.
BACA JUGA :
- Ini 3 jalan agar populasi wanita di industri TI makin banyak
- Dianggap sukses, Facebook rilis Photo Magic untuk semua pengguna
- Fitur video streaming Facebook mungkinkan brand capai miliaran orang
- Kini, pesan layanan UBER bisa melalui Facebook Messenger
- Facebook, Google, dan Twitter sepakat perangi hate speech di Jerman
(brl/red)