Google digugat masalah diskriminasi usia
Ilustrasi pengadilan © 2015 howtobecome.com
Techno.id - Akhir-akhir ini banyak kejadian unik telah menimpa raksasa teknologi Google. Salah satunya adalah seorang pria asal Florida berusia 64 tahun yang mengajukan gugatan ke pengadilan federal terhadap Google karena diduga telah melakukan diskriminasi usia.
-
Unik, Google rekrut teknisi via Google Search Max Rosett direkrut Google karena kebiasaannya yang tak sengaja mencari bahasa pemrograman melalui layanan Google Search.
-
Google bakal PHK 12 ribu karyawan di seluruh dunia, badai krisis raksasa teknologi terus berlanjut Google menyatakan akan tetap memenuhi seluruh hak karyawan
-
Gembiranya kuli panggul ini digaji USD 1.000 dari Google Sepulang kerja dari memikul sejak pagi hingga sore, Henry masih menyempatkan duduk depan laptop 4-6 jam untuk terus belajar.
Perkara ini bermula ketika pria yang diketahui bernama Robert Heath mengajukan proposal kerja kepada Google pada tahun 2011 silam. Meskipun memiliki kualifikasi ilmu dan pengalaman yang memenuhi syarat, Google menolaknya karena pada saat itu Heath telah berusia 60 tahun.
Dalam proposal kerja yang diajukan, Heath mengincar posisi pengembang perangkat lunak. Hal ini mengacu kepada bakat dan sertifikat yang dimiliki oleh Heath berhubungan dengan embedded system, world wide web, C++, Java, PHP, dan teknologi perangkat lunak lainnya.
Mengetahui Google memiliki karyawan dengan usia rata-rata usia 29 tahun, Heath akhirnya merasa bahwa dirinya telah didiskriminasi usia. Dalam gugatannya, Heath mengklaim bahwa Google tidak mengacu kepada standar kerja yang diberikan oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.
Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS, usia rata-rata pekerja di bidang yang berkaitan dengan komputer adalah 41,1 tahun. Untuk bidang programmer, usia pekerja berada di kisaran 42,8 tahun. Sedangkan bidang pengembang perangkat lunak adalah 40,6 tahun.
Ketika diwawancarai oleh ArsTechnica (26/04/15), Google enggan untuk memberikan komentar banyak. Google hanya mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa perusahaan akan bertindak semaksimal mungkin untuk membela diri.
BACA JUGA :
(brl/red)