Indonesia juga sanggup penuhi pesanan Apple, kalau ...
Ilustrasi iPhone © 2015 wallstreetotc.com
Techno.id - Pemerintah tengah meningkatkan kandungan lokal yang ada di perangkat gadget berteknologi 4G yang ada di Indonesia. Sayangnya, sebagian perusahaan tampak masih enggan mendongkrak jumlah kandungan lokalnya di Indonesia, khususnya di bidang produksi karena merasa belum percaya dengan kualitas perusahaan Tanah Air.
-
Apple dan Kemenperin negosiasi selama 3 jam, akankah iPhone 16 bisa dijual resmi di Indonesia? Jika kesepakatan tercapai, investasi ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur global
-
Jika iPhone 16 ditemukan beroperasi di Indonesia, perangkat tersebut ilegal Ini alasan iPhone 16 masih dilarang dipasarkan di Indonesia
-
Miris, smartphone 4G lokal masih kurang diminati Sejak dirilis bulan lalu, jaringan 4G ternyata masih kurang diminati masyarakat Indonesia
Apple misalnya. Perusahaan yang berkantor pusat di Cupertino, California, Amerika Serikat tersebut masih belum terdengar memiliki rencana membangun pabrik maupun menggandeng mitra lokal Indonesia untuk memproduksi produk besutannya baik iPhone maupun iPad.
Keraguan atas kualitas mumpuni yang dimiliki manufaktur lokal Indonesia tersebut ditampik Sat Nusapersada Tbk. Mereka mengaku mempunyai kualitas yang tinggi dan sarat pengalaman untuk menangani pesanan vendor gadget, termasuk produk Apple.
“Kami sudah memiliki kemampuan yang cukup mapan untuk memproduksi perangkat elektronik, sudah 20 tahun lebih kami bergerak di bidang manufaktur. Kalau misalnya Apple mau buat produknya di tempat kami, tentu saja kami sanggup menanganinya,” kata Abidin, Presiden Direktur Sat Nusapersada.
Lebih lanjut, Abidin mengaku saat ini perusahaannya telah menerima pesanan pembuatan ponsel dari berbagai vendor kelas dunia. Asus, Hisense, dan Polytron diklaim telah menggunakan fasilitas produksi perangkat elektronik yang dimiliki Satnusa di Batam.
“Kualitas maupun kapasitas kami sudah terjamin. Fasilitas produksi kami sudah mampu melahirkan produk sampai dengan 3 juta produk per bulan, ini cukup untuk menangani pesanan banyak perusahaan,” tandas Abidin saat dijumpai tim Techno.id.
BACA JUGA :
(brl/red)