Ini komentar iDEA terkait kasus iPhone 6 Plus di situs Lazada
Daniel Tumiwa (kanan), Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia © 2015 Tech in Asia
Techno.id - Hingga kini, kasus iPhone 6 Plus di situs Lazada masih ramai diperbincangkan. Sebagaimana diketahui, korban yang diketahui bernama Danis tersebut justru mendapatkan paket sabun batangan berlabel Lazada setelah memesan iPhone 6 Plus.
-
Lazada tuntaskan kasus iPhone 6 Plus 'sabun batangan' Kasus Lazada atas berubahnya iPhone 6 Plus menjadi sabun batangan Nuvo telah terselesaikan.
-
Lazada kirim produk asli Asus Zenfone 6 'Kispray' Lazada: "Kami akan selalu memenuhi kebijakan Perlindungan Pelanggan, Jaminan Uang Kembali dan 100 persen Jaminan Kepuasan yang telah berlaku."
-
iDEA: Situs market place punya aturan bagi pelapaknya Pendapat ini diutarakan setelah kejadian terbongkarnya sertifikat postel palsu ZUK Z1 di Blibli.com.
Saking populernya, kasus tersebut bahkan tak dilewatkan oleh Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) Daniel Tumiwa. Ia cenderung berpikir positif dan menganggap jika Lazada (sebagai salah satu asosiasi miliknya) dapat mengatasi masalah tersebut dengan baik.
Menariknya, komentar Daniel bahkan lebih cenderung membela metode belanja online. Baginya, berbelanja lewat fisik atau offline masih jauh lebih mengkhawatirkan daripada berbelanja online.
"Jadi, kalau ada kesalahan ya wajar. Kalau ditanya dampaknya (kasus Lazada), (belanja) offline lebih besar daripada online. Kasus penipuan di offline lebih banyak daripada online," ujar Daniel seperti dikutip dari Merdeka, Rabu (01/06/2015).
Ia pun menambahkan dari sisi penanganan kasus, menurut dia, para pelaku usaha online akan memperhatikan dengan benar dan tepat kepada kepuasan pelanggannya. Kendati demikian, tidak dijelaskan lebih detail mengenai maksud dari perhatian kepuasan pelanggan tersebut.
"Justru yang offline ini yang penyelesaiannya tidak memuaskan dibandingkan online, karena e-commerce sangat memperhatikan kepuasan pelanggan," jelasnya.
BACA JUGA :
(brl/red)