Kemenristekdikti targetkan inovasi Indonesia tempati posisi 26 dunia
M. Nasir, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi © 2015 youtube.com
Techno.id - Pada masa kepemimpinan Presiden R.I Joko Widodo saat ini, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus melakukan berbagai cara untuk meningkatkan inovasi teknologi di Indonesia.
-
Strategi Kemenristekdikti hadapi dana riset minim Dalam menghadapi tantangan minimnya dana riset, Kemenristekdikti terapkan dua strategi ini!
-
Peneliti dan industri Indonesia masih belum bersinergi Perkembangan inovasi teknologi Indonesia cenderung lambat, Kemenristekdikti nilai karena belum ada sinergi
-
Pekan depan, Menristekdikti akan kenalkan 22 riset inovasi teknologi Menristekdikti segera kenalkan 22 hasil riset inovasi teknologi.
Sesuai dengan moto "hilirisasi dan komersialisasi hasil-hasil industri harus semakin ditingkatkan lagi", Kemenristekdikti memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan sinergi antara hasil riset menjadi sebuah inovasi baru yang mampu diaplikasikan dengan kebutuhan industri.
Seperti dikutip Merdeka.com (02/05/15) dan Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019, Nasir menargetkan indeks inovasi Indonesia di tahun 2019 akan mampu berada di peringkat 26 besar dunia dengan nilai 4,4.
"Kita bakal genjot terus dari sisi inovasi agar dapat mencapai peringkat tersebut," ucap Nasir seusai upacara Hari Pendidikan Nasional di kantor Kemenristekdikti, Jakarta.
Lebih lanjut dirinya menambahkan, Indonesia saat ini berada di peringkat 31 dunia untuk urusan inovasi. "Posisi berada di 31 dunia. Maka, di tahun berikutnya harus meningkat. Indeks kualitas riset kita meningkat dan pendidikan juga pelan-pelan harus meningkat," ujarnya mantap.
BACA JUGA :
(brl/red)