Kemkominfo cari 18 ribu Agen Perubahan Informatika, untuk apa?
Ilustrasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) © 2015 techno.id
Techno.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemkominfo saat ini dikabarkan sedang mencari Agen Perubahan Informatika. Kementerian di bawah kepemimpinan Rudiantara itu mengungkapkan Agen Perubahan Informatika saat ini sangat dibutuhkan untuk mempromosikan pemanfaatan internet secara cerdas, kreatif, dan produktif.
-
Kemkominfo buka lowongan, namun bukan bagi PNS Jika Anda memenuhi syarat, jangan sia-siakan kesempatan ini!
-
Menkominfo siapkan tujuh program untuk lima tahun ke depan Program-program pemerintah ini akan membuat Indonesia siap dengan persaingan global
-
Darurat, Indonesia kekurangan banyak ahli teknologi! Menurut Riki, Indonesia diperkirakan kekurangan 7.000 ahli teknologi dan informasi yang berkualitas dan tersertifikasi.
Septriana Tangkary, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo sebagaimana dilansir oleh Antara (24/2/16) mengungkapkan bahwa setidaknya dibutuhkan 18 ribu relawan Agen Perubahan Informatika di seluruh Indonesia. "Tidak hanya di kota-kota, relawan juga bisa berasal dari desa-desa dan pelbagai tempat lainnya," ujar Septriana.
Lebih lanjut, Septriana mengungkapkan jika Agen Perubahan Informatika nantinya juga akan mempromosikan pemanfaatan sistem 'balcklist' dan 'Whitelist Nusantara' untuk mengurangi akses terhadap konten negatif. Septriana menambahkan, program Agen Perubahan Informatika nantinya juga akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi negeri.
"Bisa misalnya melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata) Perguruan Tinggi, sehingga KKN lebih aplikatif," ungkap Septriana.
Selain itu, menurut penuturan Septriana nantinya juga akan diadakan pelatihan bagi para pemandu dari pelbagai desa. Ditambah lagi nantinya akan bekerja sama dengan jaringan yang terbentuk saat ini seperti relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Untuk mengawali, Septriana mengungkapkan bahwa lokasi penerapan program pertama akan dilaksanakan di delapan lokasi yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.
BACA JUGA :
(brl/red)