Kenangan sejarah Indonesia diarsipkan dalam bentuk digital
ANRI © 2015 dissertationreviews.org
Techno.id - Jutaan lembar arsip negara Indonesia sedang dilakukan digitalisasi agar aman dan tidak rusak dimakan waktu. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan menyatakan bahwa arsip negara hingga saat ini baru mencapai sekitar 20 persen dari jutaan lembar data sejarah bangsa.
-
Arsip Jogja, data sejarah yang jadi destinasi wisata kekinian Diorama Arsip Jogja ini terdiri dari 18 ruangan yang berisikan data sejarah Yogyakarta 430 tahun yang lalu.
-
Luar biasa, aplikasi pembelajaran sejarah ini hanya dibuat 4 bulan Tim pembuat Arbook Sejarah tengah berdiskusi (Foto: istimewa)
-
'Jalan-jalan' ke masa lalu Jogja lewat lukisan akrilik harga Rp 1,5 M Lukisan acrylic yang menggambarkan tentang daerah Yogjakarta menggunakan media empat lapis, sehingga terdapat efek timbul.
Lama proses digitalisasi tersebut diakibatkan karena terkendala pengadaan alat yang belum mencukupi. "Kami menghadapi sejumlah kendala baik peralatan dan kemampuan alat sekarang yang masih terbatas," katanya ditemui di Sanur, Denpasar, seperti disadur dari AntaraNews (29/04/2015).
Kendala lain yang masih memberatkan proses digitalisasi adalah bantuan untuk operasional dan pendanaan. "Kami masih mempunyai kendala terkait sumber daya manusia dan anggaran mengingat membeli peralatan untuk digital itu sangat mahal," imbuhnya.
Arsip negara yang diperkirakan hingga jutaan lembar tersebut saat ini masih ditempatkan pada kotak dalam rak sepanjang sekitar tiga kilometer linear. Dalam arsip itu terdapat banyak sekali memori sejarah bangsa yang diabadikan dalam bentuk foto, film, kaset, dan peta.
Kebanyakan dari data yang diubah ke versi digital adalah sejarah dari mulai zaman Hindia-Belanda mulai masa VOC, masa kemerdekaan Indonesia, hingga saat ini.
Mustari juga menambahkan, "Digitalisasi arsip itu untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses lebih cepat terkait sejarah bangsa."
BACA JUGA :
(brl/red)