LinkedIn ikuti saham Twitter yang terjun bebas
Logo LinkedIn © huffingtonpost.com
Techno.id - Belum lama ini memang dikabarkan jika saham dari sosial media Twitter anjlok sebesar 24 persen. Namun selang sehari setelah anjloknya saham Twitter, LinkedIn juga mengalami hal yang serupa dialami oleh Twitter.
-
Ini fakta di balik keuangan Twitter babak belur dan Facebook berjaya Kedua media sosial ini banyak digilai orang Indonesia.
-
Saham Facebook anjlok lebih dari 20 persen, ini ternyata penyebabnya Perusahaan ini tengah menghadapi reaksi publik atas caranya menangani berita-berita palsu.
-
Pasca hengkangnya 4 petinggi, saham Twitter dikabarkan fluktuatif Saham Twitter sempat dibuka di level USD 16,55 dan kembali naik sekitar USD 16,8 menjelang penutupan perdagangan.
Seperti yang dilansir oleh Reuters.com (02/05/2015), harga saham LinkedIn sempat anjlok 20 persen sehingga market value perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini berkurang hingga Rp 78 triliun.
Dikatakan pihak LinkedIn, jika ini adalah pendapatan per kuartal yang terendah sejak mereka masuk dalam bursa saham empat tahun lalu.
"Ya, kami harus membangun kembali, namun kami yakin kalau LinkedIn adalah waralaba berkelanjutan yang dominan dan menjadi bagian keseharian para profesional," ujar Stifel Nicolaus selaku analisis industri yang dikutip dari Reuters.com (02/05/2015).
Namun, setelah anjloknya saham LinkedIn, Stifel mengatakan lebih optimis pada potensi yang dimiliki LinkedIn. Di sisi lainnya, saham Facebook ternyata juga anjlok sebesar 5 persen. Namun, pendapatan Facebook masih terbilang tinggi sehingga para investor masih yakin pada sosial media populer tersebut.
BACA JUGA :
- Google Plus berkicau pertama kalinya setelah 4 tahun ada di Twitter
- Bentuk bantuan Facebook untuk bencana Nepal
- Empat miliar orang menonton video di Facebook tiap harinya
- Aplikasi ini akan kuras uang Anda kalau kebanyakan main Facebook
- Gila, ada 936 juta orang yang mengunjungi Facebook dalam sehari!
(brl/red)