Masih misterius, siapa akhirnya yang akan memiliki Yahoo?
Ilustrasi Yahoo © 2015 Ken Wolter / Shutterstock.com
Techno.id - Sebagaimana diketahui, Yahoo saat ini tengah dalam keadaan tak stabil. Keadaan finansial perusahaan di bawah komando Marissa Mayer itu kabarnya sedang kacau.
-
Yahoo kembali dikabarkan bakal jual bisnis utamanya? Perusahaan di bawah kepemimpinan Marissa Mayer itu kabarnya kembali mempertimbangkan opsi untuk menjual core business-nya. Ada apa sebenarnya?
-
Demi selamatkan saham bisnisnya, Yahoo lakukan manuver! Yahoo lebih memilih untuk mengalihkan saham core business ketimbang sahamnya di Alibaba.
-
Akankah Marissa Mayer mengalami nasib tragis seperti 4 CEO Yahoo lain? Satu dari lima CEO perusahaan teknologi dengan penghasilan tertinggi sedunia itu sedang menghadapi cobaan besar.
Nah, untuk mengatasi keadaan tak menentu ini santer dikabarkan jika manajemen berencana menjual saham inti Yahoo. Ya, manajemen dilaporkan membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada perusahaan lain yang berniat membeli saham dari perusahaan yang didirikan oleh Jeery Yang dan David Fillo tersebut.
Meski sampai sekarang belum diketahui perusahaan mana saja yang berniat memiliki saham Yahoo, tapi dari rumor yang berkembang sudah ada beberapa kandidat kuat. Mereka adalah Verizon dan juga perusahaan payung Google, Alphabet.
Sebagaimana dikutip dari TechRadar (8/4/16), Verizon dikabarkan menjadi perusahaan yang getol melakukan negosiasi dengan manajemen untuk memiliki Yahoo. Perusahaan nirkabel dan anak perusahaan AOL itu bahkan diketahui sampai menggandeng tiga bank sekaligus untuk melakukan negosiasi finansial terkait pembelian saham Yahoo.
Sementara itu, Alphabet dilaporkan juga berniat membeli saham perusahaan yang menjadi kompetitornya sejak lama itu. Meski tak segetol Verizon, Alphabet dikabarkan sangat berhasrat memiliki Yahoo terutama untuk memperluas bisnis mesin pencariannya.
Menariknya, selain Verizon dan Alphabet kabarnya ada beberapa perusahaan lain yang berniat memiliki saham Yahoo. Mereka adalah AT & T, Comcast, dan Microsoft.
BACA JUGA :
(brl/red)