Material logam paling ringan di dunia terbuat dari 99,99 persen udara
Microlattice © 2015 hrl.com
Techno.id - Persepsi tentang material logam yang dikenal memiliki berat berlebih ketimbang material lainnya, mulai sekarang akan dihapuskan. Hal ini terjadi berkat ditemukannya struktur logam baru yang begitu ringan, yaitu 100 kali lebih ringan dari styrofoam.
-
Usung bahan dasar unik, baterai ini diklaim lebih ramah lingkungan Baterai buatan peneliti MIT ini mengusung bahan dasar tak beracun dan ramah lingkungan bernama karbon nanotube.
-
Baterai lithium-air, lebih kuat 10 kali dan 5 kali lebih murah Sekelompok peneliti dari Universitas Cambridge, Inggris berhasil membuat demonstrasi uji coba baterai lithium-oxygen atau lithium-air.
-
Ilmuwan Tiongkok bakal buat pesawat berbahan bakar sampah luar angkasa Pesawat ini bisa menyedot puing-puing sampah yang bertebaran di luar angkasa.
Logam yang diberi nama Microlattice ini sebenarnya sudah dikembangkan empat tahun yang lalu. Namun, kini produknya sudah jadi dan dapat diintegrasikan pada berbagai peralatan, terutama digunakan sebagai material pesawat terbang, seperti yang dikutip dari DigitalTrends (12/10/15).
Lalu, apa yang menjadikan Microlattice kuat dan ringan? Menurut para peneliti di laboratorium HRL, Microlattice mendapat kekuatan tersebut dari struktur nano yang mirip dengan struktur tulang manusia, yakni padat di bagian luar namun berlubang di bagian dalam. Tak hanya kuat, Microlattice juga terkenal ringan karena menggunakan bahan dari 99,99 persen udara.
Kemampuan yang tak dimiliki oleh material logam lain ini membuat Boeing melirik Microlattice. Perusahaan penerbangan tersebut tertarik menggunakan Microlattice untuk penguat struktur pesawat mereka, sehingga dapat mengurangi beban dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.
BACA JUGA :
(brl/red)