Menkominfo ungkapkan pentingnya dorong pertumbuhan OTT lokal
Ilustrasi Jaringan © 2015 techno.id
Techno.id - Dalam sebuah kesempatan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengungkapkan betapa pentingnya mendorong pertumbuhan Over The Top (OTT) lokal. Menurut lelaki yang akrab disapa Chief RA ini, lebih baik bekerja sama dengan OTT lokal daripada internasional, karena selama ini tidak ada revenue sharing antara operator telekomunikasi dengan OTT global.
-
Operator siap bantu OTT lokal bersaing lawan Facebook Cs Penyedia OTT lokal akan didukung oleh operator telekomunikasi di Indonesia untuk bersaing dengan Facebook Cs.
-
Operator Telekomunikasi seleksi OTT lokal yang diajak kerja sama Pembahasan kriteria akan dibahas minggu ini bersama Kemkominfo dan ATSI.
-
Menkominfo: Aturan OTT tidak diterbitkan sebelum konsultasi publik Penerbitan aturan OTT sepertinya tidak jadi dilaksanakan pada bulan Maret 2016.
"Kita harus dorong tanda kutip OTT lokal dan ini harus ada kerja sama dengan para operator karena kan dari sisi bisnis model, tidak ada revenue sharing dengan OTT global. Nah, sekarang kita harus buat misalkan biar bagaimana pun 1 persen pun kalau di share oleh OTT lokal lebih baik daripada OTT internasional," tegas Rudiantara seperti dilaporkan oleh Merdeka (25/5/15).
Chief RA juga menambahkan jika harus ada perubahan mindset. Contohnya, secara nyata dirinya akan mengajak group telko untuk tidak menggunakan instant messenger lagi seperti WhatsApp.
Menkominfo, Rudiantara 2015 techno.id
Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Kristono, mengharapkan agar operator juga memandang hal ini tidak hanya sebagai ladang bisnis saja melainkan lebih ke arah kepentingan nasional.
"Ya, kita harap tidak seperti itu. Kerja sama tidak hanya kepentingan bisnis saja. Harus dipikirkan kepentingan nasional juga. Ini bukan kita menghalangi mereka artinya. Pemerintah pun juga harus memikirkan," jelas Kristono.
Kristono pun berpandangan bahwa seharusnya pemain OTT asing seperti Facebook harus berkontribusi membangun infrastuktur nasional. Lebih lanjut, ia mengungkapkan industri dalam negeri pun juga wajib dibangun dengan lebih kuat supaya Indonesia tidak hanya menjadi pasar saja.
BACA JUGA :
(brl/red)