Menristekdikti klaim sudah capai banyak terobosan di tahun 2015
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir© 2015 YouTube
Techno.id - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengklaim jika pihaknya telah melakukan banyak terobosan di sepanjang tahun 2015. Terobosan yang dimaksud di sini, adalah upaya pengembangan inovasi teknologi yang telah bersinergi dengan industri.
-
Tahun 2019 sebanyak 350 inovasi teknologi siap 'dipinang' industri Kemenristekdikti targetkan 350 inovasi teknologi 'siap pakai' untuk menunjang perkembangan industri.
-
Tahun ini, Kemristekdikti targetkan 6.500 publikasi ilmiah Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, mengatakan bahwa angka publikasi ilmiah sebanyak 5.500 di tahun 2015 tergolong rendah
-
Kemenristekdikti targetkan inovasi Indonesia tempati posisi 26 dunia Melihat potensi inovasi teknologi di Indonesia saat ini, Kemenristekdikti optimis Indonesia dapat tempati posisi 26 dunia di tahun 2019
"Salah satunya, kami sudah bekerja sama dengan berbagai industri melalui Apindo. Ini merupakan sebuah kolaborasi antara Universitas yang bekerja sama dengan Apindo," ujarnya sebagaimana dikutip dari Merdeka, Senin (28/12).
Menurut menteri berusia 55 tahun itu, beberapa hasil riset anak bangsa di bawah kepemimpinannya berhasil menjadi sebuah inovasi nyata. Namun sayangnya, ia tidak merinci apa saja hasil riset yang dimaksud.
"Riset yang ada selama ini sebelumnya hanya berupa prototipe. Tetapi baru sekarang saat ada Dirjen inovasi bisa 10 capaian inovasi," paparnya.
Sementara itu, pihaknya kini mengaku tengah menyiapkan sebuah program bertajuk Rencana Induk Riset Nasional. Nantinya, program ini akan memandu para peneliti dan dosen Indonesia dalam melakukan beragam riset dan pengembangan.
Adapun program ini, menurut Nasir, telah disiapkan untuk 11 bidang riset yang akan diprioritaskan. Mereka adalah pertanian dan pangan, energi, energi baru dan terbarukan, obat dan kesehatan, informasi dan komunikasi, transportasi, keamanan dan pertahanan, nanoteknologi, maritim, kebencanaan, kebijakan, serta sosial humoniora.
BACA JUGA :
(brl/red)