NASA danai penelitian untuk daur ulang kotoran manusia
Ilustrasi penelitian ilmiah © 2015 techno.id
Techno.id - Badan antariksa Amerika dikabarkan telah mengucurkan sejumlah dana untuk proyek penelitian daur ulang kotoran manusia. Proyek penelitian tersebut kabarnya ditujukan untuk para astronot yang akan melakukan perjalanan luar angkasa, terutama misi eksplorasi Mars tahun 2030 yang diprediksi akan menghabiskan waktu yang sangat panjang.
-
8 Proyek sains ini diklaim bisa selamatkan manusia di masa depan, wow! Ada yang terdengar mustahil dan nggak mungkin banget direalisasikan manusia.
-
90 Ribu orang Indonesia pesan boarding pass ke Mars, kamu minat? Indonesia berada di urutan ke-12 dari seluruh negara di dunia yang ingin mendaftarkan dalam program NASA.
-
Ilmuwan Tiongkok bakal buat pesawat berbahan bakar sampah luar angkasa Pesawat ini bisa menyedot puing-puing sampah yang bertebaran di luar angkasa.
Menurut para peneliti dari Clemson University di South Carolina yang mendapat pendanaan, kotoran manusia sebenarnya memiliki beberapa zat yang dapat membantu para astronot bertahan lebih lama saat melakukan perjalanan luar angkasa. Untuk itu, para peneliti memanfaatkan urin yang kaya akan nitrogen untuk dijadikan ragi.
Dikutip dari NDTV (24/8/15), peneliti mendaur ulang urin menjadi ragi yang ketika diolah melalui serangkaian manipulasi laboratorium bisa menjadi polimer atau plastik sebagai bahan pencetakan 3D, lalu dapat juga menjadi Omega 3 yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung serta dapat melindungi kulit dan rambut. Seperti diketahui, pasca melakukan perjalanan luar angkasa kulit dan rambut astronot akan mengalami perubahan sebagai akibat perbedaan kadar udara di Bumi dan di luar angkasa.
Kabarnya, tak hanya Clemson University saja yang menerima pendanaan dari NASA. Hampir seluruh universitas di Amerika menerima masing-masing pendanaan untuk memunculkan inovasi barang atau bahan dari kotoran manusia yang bisa digunakan untuk mendukung para astronot selama melakukan perjalanan luar angkasa yang panjang 2030 nanti ke Mars.
BACA JUGA :
(brl/red)