Opera Software ditawar Rp16 triliun, siapa pembelinya?
Ilustrasi Opera © Opera Software
Techno.id - Secara tiba-tiba, Opera Software dikabarkan segera diakuisisi konsorsium Tiongkok yang terdiri dari Qihoo 360 Technology Co. dan Beijing Kunlun Tech Co. Kreator browser Opera yang sudah mendunia itu disodori tawaran sebesar 1,2 miliar USD (sekitar Rp16 triliun).
-
Kecewa Opera akan dijual, sang founder sarankan user tinggalkan Opera Jon von Tetzchner menggoda pengguna Opera untuk berpindah browser.
-
Tahun 2017, 100 juta handset Android akan memasang Opera Max Opera: Kami sudah berhasil menggandeng 14 perusahaan OEM (Original Equipment Manufacturer)
-
Opera One kini tersedia bagi pengguna iPhone dan iPad yang dibekali Aria, asisten AI bawaan Web browser ini menjadi alternatif bagi pengguna iPhone yang selama ini mengandalkan Safari
Seperti dikutip dari WSJ.com (10/02/16), pihak internal Opera mendukung akuisisi ini. Terlebih, para shareholder Opera yang menggenggam 33 persen saham dari perusahaan asal Norwegia itu juga menawarkan saham milik mereka.
Opera Browser hingga saat ini masih berada di bayang-bayang browser ternama seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox. Pangsa pasar pengguna UC Browser dan Safari pun masih ada di atas Opera, menurut StatCounter.
Di sisi lain, kabar ini menjadi pertanda bahwa melemahnya mata uang Tiongkok bukan penghalang untuk mengembangkan bisnis TI di sana. Qihoo 360 sendiri terkenal sebagai perusahaan pembuat antivirus, web browser, dan mobile app store. Sedangkan Beijing Kunlun Tech menggarap sektor game online.
BACA JUGA :
(brl/red)