Pergeseran pola, pengguna lebih cerdas gunakan sosial media
Ilustrasi media sosial © 2015 Julia Tim/ Shutterstock.com
Techno.id - Melihat peralihan pola pengguna sosial media, Antonny Liem, CEO MCM mengatakan bahwa pengguna sosial media khususnya di Indonesia sudah lebih bijak menggunakan sosial media.
-
SMW 2016, menguak kekuatan tersembunyi dari teknologi digital Tahun lalu jumlah pengunjung SMW mencapai 5 ribu orang.
-
Bahaya, penipuan lewat media sosial di Indonesia sangat tinggi! Buktinya, Indonesia menduduki peringkat ke-13 se-Asia-Pasifik dan Jepang sebagai negara dengan penipuan tertinggi di jejaring sosial.
-
Kemkominfo: Media sosial jadi alat kampanye yang bersih Kemkominfo: "Media sosial cenderung lebih netral ketimbang pemilik media yang berafiliasi dengan politisi"
Sementara itu dibandingkan pengguna di luar negeri, Antonny mengatakan, "Karakternya sama saja, bedanya mungkin kita lebih banyak yang muda karena di Indonesia populasi demografi-nya besar. Jumlah pengguna sosial media di Indonesia berada di posisi keempat setelah Amerika, India dan Tiongkok. Sementara untuk di Asia, Indonesia berada di peringkat pertama.”
Saat ini ditambahkannya, “Penggunaan sosial media bukan cuma sekedar kepo tapi memang ada yang buat galang dana, utuk melakukan kebaikan, untuk mengembangkan komunitas, bahkan ada yang untuk belajar.”
Lebih lajut, Antonny melihat sosial media kini juga digunakan untuk membuat opini dan branding oleh perusahaan. "Sosial media untuk bisnis jelas sangat besar, apalagi sekarang kalau kita bicara sosial media untuk brand-brand besar mereka sudah paham salah satu cara untuk menjangkau customer mereka adalah melalui sosial media," ungkapnya.
Meski banyak hal positif yang dilakukan melalui sosial media, hal negatif masih ditemui.
"Masih ada sekian persen Troll, orang yang ngomong negatif. Tidak mungkin 100 persen bagus semua. Bahkan, sebenarnya di luar negeri banyak yang nge-tweet lebih parah dari kita," kata Antonny.
BACA JUGA :
(brl/red)