Perketat aturan, Tiongkok 'paksa' akses isi chatting warga dan turis
Ilustrasi Tiongkok © 2015 PlusONE / Shutterstock
Techno.id - Pemerintah Tiongkok kini dilaporkan telah membuat sebuah peraturan baru yang mewajibkan penyedia jasa layanan instant messaging untuk menyediakan akses backdoor atau akses ke pesan terenkripsi. Dengan peraturan baru ini, ke depannya aktivitas chatting warga maupun turis yang berkunjung ke Negeri Tirai Bambu itu akan dimata-matai oleh pemerintah.
-
Melihat cara beberapa negara mengatur medsos, bagaimana Indonesia? Perancis memperbolehkan pengusaha untuk menilai calon tenaga kerja berdasarkan akun media sosial.
-
AS dan Tiongkok akan buat kesepakatan untuk Cybersecurity Kesepakatan ini untuk mengurangi gesekan kedua negara tersebut.
-
Miris! Setelah dilarang, kini TikTok dijatuhi sanksi denda jutaan dollar Belum sempat untuk menyelesaikan perihal pelarangan di beberapa negara, nasib TikTok semakin miris.
Seperti dilansir oleh Softpedia (28/12/15), peraturan baru ini masuk dalam undang-undang anti terorisme yang telah disahkan oleh pemerintah Tiongkok beberapa waktu lalu. Pemerintah Tiongkok berdalih peraturan itu sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas negara dari aksi terorisme.
Seperti diketahui, beberapa bulan lalu banyak terjadi aksi terorisme di pelbagai belahan dunia. Salah satunya adalah aksi teror yang sempat mencuri perhatian dunia di Paris pada 13 November silam.
Selain 'memaksa' penyedia layanan instant messaging untuk membuka akses backdoor ke pesan terenkripsi, melalui peraturan baru ini pemerintah Tiongkok dilaporkan akan meningkatkan pengawasan aktivitas dunia maya, serta akan meningkatkan pemeriksaan transportasi dan kontrol perbatasan.
Sebelum Tiongkok, beberapa negara sebenarnya telah memberlakukan peraturan yang sama. Adapun negara-negara tersebut adalah Pakistan dan Inggris, serta Amerika Serikat yang saat ini dilaporkan sedang dalam tahap negoisasi dengan perusahaan internet untuk melegalkan peraturan serupa.
BACA JUGA :
- 5 Prediksi ancaman keamanan digital di tahun 2016
- Antisipasi serangan cyber melalui Web Fraud Protection
- Berkat smartphone Samsung, warga Paris selamat dari serangan teroris
- Pasca tragedi Paris, Google bebaskan panggilan via Hangout ke Perancis
- Hacker Anonymous janji sikat habis pelaku tragedi Paris
(brl/red)