Prediksi Steve Jobs akan teknologi Flash terbukti!
Steve Jobs © 2015 lifehack.org
Techno.id - Beberapa waktu belakangan sejumlah perusahaan raksasa seperti Facebook, Firefox, dan YouTube mulai memblokir teknologi Flash Player. Mereka beralasan bahwa celah keamanan plug-in ini masih rentan diretas meskipun telah berkali-kali 'ditambal' oleh Adobe.
-
Terbukti makin dibenci, kini cuma ada 18 persen situs yang pakai Flash Hal ini diperparah dengan keputusan beberapa perusahaan yang tak ingin memakai Adobe Flash lagi.
-
Ini bahaya dan risiko menggunakan teknologi usang, keamanan digital lebih rentan disusupi peretas Perangkat keras dan perangkat lunak yang ada cenderung menjadi usang lebih cepat
-
Haruskah Anda menonaktifkan Flash pada browser? Ini perbedaan kinerja browser saat menggunakan dan tidak menggunakan Adobe Flash Player
Dengan begitu, prediksi Steve Jobs akan teknologi Flash di tahun 2010 silam mulai terbukti benar. Kala itu, mantan orang nomor satu Apple ini menulis sebuah surat protes beserta alasannya agar Adobe mulai mengembangkan teknologi selain Flash.
Dalam surat tersebut, Jobs menyebut bahwa Flash 'terlalu haus' untuk menguasai perangkat mobile. Adobe dikatakan mampu menawarkan kinerja yang handal namun juga memiliki celah keamanan terburuk di sepanjang tahun 2010 (Symantec).
Jobs juga menyebut, standar terbuka baru bernama HTML5 akan lebih diunggulkan di perangkat mobile daripada Flash. "Adobe harus mulai fokus membuat HTML5 di masa depan dan bukannya mengkritik Apple karena meninggalkan Flash," ujar Jobs di surat tersebut.
Menariknya, teknologi HTML5 kini sudah mulai diterapkan oleh situs YouTube. Di sisi lain, Apple sendiri juga mengembangkan teknologi WebKit dengan fungsi sejenis Flash dari Adobe namun diklaim lebih baik.
Seiring perjalanannya, teknologi WebKit ini digunakan di browser Safari, Android, dan BlackBerry. Bahkan, browser Google Chrome dan beberapa browser lainnya (selain buatan Microsoft) sudah mulai menggunakan WebKit.
BACA JUGA :
(brl/red)