Amazon tak ingin Netflix kuasai sendiri bisnis video streaming sendiri
Ilustrasi Amazon © 2015 techno.id
Techno.id - Video streaming sekarang sedang menjadi lahan basah di industri digital. Mencoba menjegal pemain sebesar Netflix dan kompetitor lain yang terus bermunculan, Amazon telah menawarkan Prime Video sebagai layanan streaming mandiri. Sebelumnya, jika konsumen ingin menikmati Prime Video, mereka harus membayar biaya langganan sepaket yang termasuk dengan layanan Amazon music streaming. Tentunya dengan harga yang lebih mahal.
-
Selain Netflix, ini 9 situs nonton film streaming legal Dari yang gratis hingga layanan premium berbayar.
-
Rekomendasi 5 website streaming film legal yang paling banyak diminati pengguna Platform video streaming kini menjadi alternatif hiburan pengguna
-
Bisnis video streaming tidak mengancam bisnis bioskop "Industri ini punya standar global, karena saling melindungi."
Mengutip Mashable.com (17/04/16), perusahaan e-commerce internasional itu kini menawarkan layanan Prime Video saja dengan biaya langganan per bulan sebesar $8.99 atau sekitar Rp120 ribu. Biaya layanan dari Amazon ini sebenarnya masih lebih mahal dari tarif abonemen terendah Netflix yang cuma Rp109 ribu. Akan tetapi, Prime Video punya keunggulan tersendiri, yakni menonton video secara offline. Fitur ini pun dimiliki kompetitor Netflix di Indonesia, yakni HOOQ.
Belum diketahui apakah Prime Video juga akan masuk ke Indonesia. Namun dari informasi ini, setidaknya dapat disimpulkan betapa suburnya bisnis alternatif dari TV kabel tradisional ini, sampai-sampai Amazon tak ingin ladang ini dikuasai Netflix sendiri.
Amazon sendiri sudah mengekspansi bisnisnya ke sejumlah sektor lain, setidaknya dalam setahun terakhir. Akhir 2015 lalu, mereka telah membangun toko buku fisik dengan perpaduan konsep toko online. Mereka juga giat mengembangkan teknologi drone untuk mengirim barang ke konsumennya.
BACA JUGA :
(brl/red)