"Saya percaya GrabTaxi akan mendorong Indonesia untuk maju"
Ilustrasi GrabTaxi © 2015 ST FILE
Techno.id - Sebagai perusahaan transportasi berbasis aplikasi yang cukup berkuasa di kawasan Asia Tenggara, GrabTaxi telah melakukan langkah penting bagi kemajuan perusahaan. Salah satu kompetitor terkuat Uber itu menunjuk Ridzki Kramadibrata sebagai Managing Director GrabTaxi untuk Indonesia.
-
Terancam diblokir, Grab angkat bicara Grab memberikan tanggapan atas penolakan yang disampaikan para pengemudi angkutan umum tersebut.
-
GrabBike klaim menangi persaingan ojek online di Indonesia Mereka mengaku menerima 1 juta lebih pesanan ojek per minggunya dari kawasan Jakarta saja.
-
Bos Grab Indonesia ungkap hasil rapat bersama Kominfo Grab: Kita akan penuhi permintaan dan aturan yang berlaku
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di beragam perusahaan multinasional seperti AirAsia dan Bakrie Telecom, Ridzki diharapkan mampu memimpin ekspansi GrabTaxi di Tanah Air sembari mengawasi program-program yang dijalankan. Kendati demikian, fokus utama lulusan Universitas Padjajaran dan State University of New York itu tetap ke pelayanan langsung ke para penumpang maupun pengguna GrabTaxi beserta layanan-layanannya.
Target itu pun ia harap tak cuma bisa memajukan GrabTaxi, tetapi juga Indonesia secara umum.
"Sebagai platform teknologi untuk layanan transportasi, saya percaya aplikasi GrabTaxi akan dapat mendorong Indonesia untuk maju," tandasnya seperti dikutip dari rilis yang diterima Techno.id (19/01/16).
Ridzki Kramadibrata, Managing Director GrabTaxi Indonesia
© 2016 GrabTaxi/GrabTaxi
Berdiri sejak 2012, GrabTaxi telah mencengkeram sejumlah negara di ASEAN, yakni Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Singapura, dan tentu saja Indonesia. Lebih dari 185 ribu pengemudi dalam jaringan induknya pun siap melayani konsumen di 28 kota dalam enam negara tersebut.
BACA JUGA :
- Simpati tragedi bom Jakarta, Go-Jek dan GrabTaxi gratiskan layanannya
- Selama belum kondusif, GrabTaxi masih beri tumpangan gratis di Jakarta
- Ini 6 startup unicorn dari Asia Tenggara yang berpeluang jadi raksasa
- Kemkominfo: Aplikasi apapun tidak dilarang, asal jangan langgar aturan
- Ini kata Organda terkait pencabutan larangan transportasi online
(brl/red)