Segera, kampung-kampung di Purwakarta akan nikmati jaringan internet
Ilustrasi Internet © 2015 techno.id
Techno.id - Dalam waktu dekat ini, masyarakat di seluruh kampung di Purwakarta, Jawa Barat, akan menikmati jaringan internet. Ya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan segera memfasilitasi seluruh kampung dengan jaringan internet agar masyarakat pedesaan tidak tertinggal dan bisa "melek" teknologi.
-
Menilik kehidupan di Kampoeng Cyber Jogja, segalanya serba online Satu kampung full fasilitas internet.
-
Kemkominfo targetkan 2018 jaringan Broadband sudah merata Kemkominfo: "Proyek tender Palapa Ring sudah selesai. Jadi kami yakin tahun 2018, jaringan Broadband sudah dijangkau seluruh Indonesia"
-
Siapa tertarik ramaikan program Desa Broadband dari Kemkominfo? Kemkominfo mengajak Anda pengembang aplikasi lokal untuk berpartisipasi dan menempatkan aplikasi yang Anda buat ke dalam program Desa Broadband.
Seperti dikutip dari Antara (6/5/15), Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa selama ini masyarakat pedesaan, khususnya masyarakat dari kalangan petani belum "melek" internet. Padahal, menurutnya penggunaan internet tersebut sangat bermanfaat.
"Dengan menggunakan internet, petani bisa memperoleh informasi seputar pertanian. Atas dasar itulah, Pemkab Purwakarta berencana membuka jaringan internet di seluruh kampung," jelas Dedi.
Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan bahwa untuk mengawali program ini, Pemkab Purwakarta akan mulai membangun 2.000 saung. Saung-saung itulah yang nantinya akan menjadi pusat dari jaringan internet di setiap kampung. Ia menyatakan, titik lokasi pembangunan saung tersebut akan di sebar ke beberapa lokasi strategis di kampung-kampung, termasuk di areal persawahan.
Untuk mewujudkan rencananya ini, Pemkab Purwakarta telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 40 miliar dalam APBD Perubahan 2015. Dengan biaya yang tak sedikit itu, Dedi berharap agar program kampung internet ini bisa berjalan lancar, dan bermanfaat bagi masyarakat pedesaan dalam menambah wawasan.
"Mudah-mudahan pertengahan tahun ini program tersebut bisa dimulai," tutup Dedi.
BACA JUGA :
(brl/red)