Teknologi ini akan batasi kecepatan mobil Anda
Ilustrasi virtual cockpit Audi Q7 © caranddriver.com
Techno.id - Banyak produsen otomotif yang telah menerapkan teknologi cruise control pada mobil-mobil besutannya. Teknologi tersebut memang sangat berguna, terutama bagi mereka yang setiap hari melalui jalanan ramai di tengah perkotaan yang padat. Namun yang dilakukan oleh Audi kali ini memang bisa dikatakan jauh lebih berguna jika dilihat dari sisi keamanan dan keselamatan sesama pengguna jalan.
-
Mampu deteksi kecelakaan, ini perangkat pintar besutan Audi Kelak para pengemudi akan membutuhkan teknologi seperti yang dimiliki oleh Audi berikut ini.
-
Audi bakal rilis mobil yang menyehatkan pengemudi Audi mengungkapkan, mobil ciptaannya di masa depan bisa mengenali keadaan kesehatan pengguna seperti suasana hati dan suhu tubuh.
-
Tak cuma self driving, kendaraan harus memiliki fitur pintar ini Sebuah mobil yang bisa berjalan sendiri harus bisa mengenali rambu lalu lintas serta pejalan kaki. Bagaimana caranya?
Q7 adalah besutan terbaru perusahaan asal Jerman tersebut. Seperti yang telah diberitakan oleh AutoBlog pada hari Rabu (10/02/16) lalu, mobil baru ini dibekali dengan cruise control generasi terbaru yang dilengkapi dengan kamera serta virtual cockpit.
Adaptive Cruise Control untuk membatasi kecepatan kendaraan
© 2016 autoblog.com/autoblog.com
Selain berguna untuk memberikan informasi terkait jalan yang akan dilalui pada pengemudi, fitur baru ini juga memungkinkan penggunanya untuk membatasi kecepatan kendaraan. Berbeda dengan rem otomatis yang akan menghentikan kendaraan tanpa persetujuan pengemudi, fitur batu ini akan membuat kendaraan melambat jika telah melampaui batas kecepatan.
Uniknya, pengemudi bisa mengatur batas toleransi cruise control, sehingga kendaraan pun akan lebih nyaman dikendarai. Memang fitur ini tak terlalu penting di Eropa, karena mayoritas masyarakat di sana cenderung lebih menghemat karena mahalnya harga bahan bakar.
Berbeda dengan di Amerika yang masyarakatnya masih gemar ngebut di jalan bebas hambatan dan membahayakan pengendara lain. Bagaimana dengan di Indonesia? Apakah fitur semacam ini dirasa perlu untuk mengurangi perilaku mengemudi yang bisa dikatakan ugal-ugalan di tanah air?
BACA JUGA :
(brl/red)