Tunawisma ini andalkan card reader smartphone untuk terima sumbangan
Ilustrasi kartu kredit © 2016 Shutterstock
Techno.id - Menjamurnya metode pembayaran digital seperti Apple Pay dan Samsung Pay telah membuat masyarakat terbiasa dengan cashless (tidak memegang uang tunai). Sebuah fakta menariknya, kebiasaan ini ternyata juga diterapkan oleh seorang pria tunawisma di Amerika Serikat.
-
Kisah haru pengepul kardus sisihkan uang Rp 2.000 untuk berkurban Ia menyisihkan pendapatannya dari mengumpulkan kardus di malam hari untuk membeli seekor kambing sebagai hewan kurban.
-
Cara mengambil uang di ATM pakai smartphone, tanpa kartu Berguna banget untuk yang sering lupa simpan kartu atau ketinggalan dompet.
-
6 Tips menggunakan kredit tanpa kartu biar nggak terjerat utang Layanan fintech ini biasanya memberikan syarat pengajuan yang simpel dan praktis, tapi kamu harus cerdas menggunakannya
Abe Hagenston
© 2016 nextshark.com
Sebagaimana dikutip dari NextShark (28/01), pria tersebut diketahui bernama Abe Hagenston. Ya, berbeda dengan seorang tunawisma yang pada umumnya langsung menggunakan kedua tangan dalam menerima sumbangan, Abe justru memanfaatkan teknologi card reader smartphone.
Ilustrasi card reader smartphone
© 2016 nextshark.com
Pria yang tinggal di kota Detroit, Michigan, ini juga dikenal sebagai "Honest Abe" alias tidak berpura-pura miskin. Pasalnya, masyarakat sekitar mengaku telah melihat Abe berhasil membeli sebuah kacamata dari 'tabungan digital' miliknya.
Lalu, metode pembayaran digital apa saja yang dapat ia terima? Percaya atau tidak, Abe dapat menerima sumbangan melalui VISA, MasterCard, dan American Express. Sementara itu, semua transaksinya dilakukan melalui layanan pembayaran digital milik Square, Inc. (square.com).
BACA JUGA :
- Tak ada yang lebih baik dari website Universitas Indonesia
- Terjun ke dunia pendidikan, Apple akuisisi startup bernama Learnsprout
- Semakin suram, penjualan Windows Phone semakin merosot
- Tahun 2015, Amazon tercatat punya 76.000 karyawan baru
- Naik drastis, laba Facebook dalam setahun capai Rp51 triliun
(brl/red)