Smartfren enggan disebut sebagai operator 4G CDMA lagi, mengapa?
Ilustrasi logo Smartfren © 2015 techno.id
Techno.id - Meski identik dengan layanan CDMA, Smartfren baru-baru ini dalam sebuah kesempatan mengungkapkan enggan disebut lagi sebagai operator 4G CDMA. Kendati mayoritas pengguna mereka masih menggunakan layanan CDMA, tapi Smartfren tak mau lagi dikaitkan sebagai operator CDMA.
-
LTE bikin CDMA dan GSM "rujuk" "Nanti kalau semua operator sudah pakai teknologi LTE, maka sudah tidak ada lagi perbedaan GSM maupun CDMA, tetapi hanya LTE."
-
Kompetitor akui Smartfren kuat di layanan 4G Telkomsel akui Smartfren Telecom bakal jadi pesaing kuat di ranah layanan 4G.
-
Makin luas, layanan 4G LTE-A Smartfren hadir di 85 kota Jumlah itu meningkat secara pesat dari jumlah kota yang dijangkau Smartfren pada akhir tahun 2015 yang tersedia di 22 kota.
"Operator LTE ya operator LTE. Gak ada namanya operator 4G CDMA. Persepsi masyarakat mengenai Smartfren kan masih seperti itu. Padahal kalau itu operator LTE ya operator LTE," jelas Munir SP, VP Special Project Network Smartfren sebagaimana dikutip Techno.id dari Merdeka (25/2/16).
Munir menegaskan jika pihaknya juga tidak memperuntukkan adanya handset khusus untuk mengakses layanan 4G miliknya. Yang jelas, jika handsetnya mendukung 4G maka layanannya pun bisa digunakan.
Sampai saat ini, pengguna 4G LTE Smartfren telah mencapai 1,3 juta dari total 12 juta pelanggan. Pada kuartal ketiga tahun 2015, Smartfren meluncurkan secara nasional layanan 4G LTE Advanced dan hingga saat ini memiliki jaringan 4G LTE Advanced terluas di Indonesia dengan wilayah cakupan yang menjangkau hingga 85 kota.
BACA JUGA :
(brl/red)