Google Maps dan Waze dianggap ancam keamanan nasional

Ilustrasi Google Maps © fastcompany.com
Techno.id - Google Maps dan Waze bisa dibilang pilihan utama saat pengguna gadget butuh navigasi atau arah tujuan. Selain 'pandai' dalam menemukan alamat, aplikasi tersebut juga memberikan informasi berguna lainnya pada pengguna seperti kemacetan di jalan yang akan dilalui, bahkan kecelakaan yang terjadi di sekitar Anda.
Lengkapnya fitur dan informasi yang didapat inilah yang menyebabkan kedua aplikasi tersebut dianggap mengancam keamanan dan stabilitas nasional. Bagaimana bisa?
-
17 Perbandingan Google Maps dan Waze, aplikasi GPS mana yang tepat? Dua aplikasi yang paling populer saat ini bagi pengguna Android dan iOS adalah Google Maps dan Waze.
-
7 Aplikasi pemantau kemacetan lalu lintas Aplikasi ini melancarkan semua rencana liburan dan juga menunjang mobilitas sehari-hari.
-
Ini alasan kenapa Google Maps terbaik dibanding aplikasi lainnya Apakah Anda setuju?
Seperti yang telah diberitakan oleh Paul Tan pada hari Kamis (26/11/15) lalu, Anggota Parlemen Tenom, Datuk Raime Unggi, mengatakan bahwa 2 aplikasi tersebut sebaiknya tidak digunakan lagi di Malaysia. Lalu apa hubungannya dengan keamanan nasional?
"Masyarakat Malaysia sangat tergantung dengan Google Maps dan Wazeuntuk mencari lokasi tertentu. Dalam hal ini tentu saja, informasi tersebut bisa diakses pihak luar seperti Amerika Serikat dan Israel yang tentu saja bisa memicu ancaman dari luar negeri," ujarnya menjelaskan.
Pendapat tersebut mendapat dukungan dari perwakilan Anggota Parlemen Kuala Selangor, Datuk Irmohizam Ibrahim yang mengatakan, "Sejauh mana kita memiliki hukum yang mencegah bocornya informasi pada penggunaan Google Maps dan Waze?" ujarnya.
"Apakah ada undang-undang yang menjamin bahwa keamanan nasional tetap terjaga meski banyak yang mengakses aplikasi tersebut?" lanjutnya kemudian.
Sebenarnya, setiap aplikasi yang beredar selalu disertai dengan lembar persetujuan yang isinya adalah, apakah pengguna tak keberatan jika aplikasi tersebut mengakses beberapa data pribadi dan diunggah melalui koneksi internet. Bahkan pemerintah pun tak punya kuasa karena sebelum digunakan, pengguna sudah menyetujui lembar pengesahan.
Nah, apakah dengan adanya kekhawatiran tersebut Anda juga akan berhenti menggunakan aplikasi tersebut? Bagaimana menurut Anda sendiri?
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
HOW TO Selengkapnya >
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang