9 Tips melindungi diri dari penipuan di media sosial, hindari membagikan informasi pribadi

9 Tips aman di media sosial
6. Hindari menggunakan login media sosial di aplikasi dan situs web yang tidak tepercaya
-
7 Cara menghindari penipuan online WhatsApp Kejahatan dan penipuan lainnya bisa juga mencoba menyerang akunmu menggunakan malware.
-
8 Jenis penipuan di IG yang perlu kamu tahu & waspadai Banyak orang telah menjadi korban penipuan di Instagram.
-
3 Cara menghindari kejahatan di dunia maya, perlu diwaspadai Banyak orang yang belum sadar bahwa dirinya jadi incaran pejahat internet.
Saat ini, banyak aplikasi dan situs web menawarkan kenyamanan masuk dengan akun media sosial. Meskipun banyak di antaranya sah, beberapa bisa berbahaya. Memberikan akses ke aplikasi berbahaya dapat mengekspos kredensial login dan informasi pribadi kamu. Meski aplikasi tersebut dapat dipercaya, pelanggaran basis data di pihak mereka masih dapat membahayakan informasi kamu.
Untuk meminimalkan risiko ini, jangan gunakan login sosial dan selalu gunakan metode login alternatif. Jika kamu lebih suka menggunakan media sosial, pertimbangkan untuk membuat akun terpisah tanpa detail pribadi untuk tujuan ini. Jika perlu menggunakan profil asli, seperti untuk bermain game dengan teman media sosial, nilai reputasi aplikasi secara menyeluruh sebelum memberikan akses.
7. Perkuat pengaturan privasi untuk perlindungan maksimal
Platform media sosial dirancang untuk mendorong perluasan koneksi kamu dan menghabiskan lebih banyak waktu online, itulah sebabnya pengaturan privasi default biasanya lebih terbuka. Tidak hanya teman, tetapi juga koneksi mereka dapat melihat interaksi kamu. Selain itu, aplikasi dan pengiklan pihak ketiga mungkin memiliki akses tidak terbatas.
Ini memudahkan orang lain untuk menargetkan kamu. Untuk melindungi diri, sesuaikan pengaturan privasi di Facebook, Instagram, Snapchat, atau TikTok. Matikan visibilitas publik untuk postingan, daftar teman, dan foto, memilih keluar dari pelacakan lokasi, batasi akses aplikasi pihak ketiga, dan pastikan hanya teman dekat yang dapat melihat informasi sensitif seperti email, nomor telepon, atau lokasi. Selain itu, kamu dapat mengunci profil atau memblokir orang lain agar tidak mengirimi kamu permintaan pertemanan untuk keamanan ekstra.
8. Hindari mengklik tautan yang dipersingkat atau mencurigakan
Tautan phishing yang mencurigakan tidak hanya ditemukan dalam pesan yang tidak diminta. Penipu juga menyamarkan URL berbahaya menggunakan tautan yang dipersingkat (seperti bit.ly) di postingan publik dan komentar untuk menarik pengguna yang tidak curiga agar mengkliknya. Tautan ini dapat menyebabkan infeksi malware, pencurian informasi pribadi, atau skema phishing lebih lanjut.
Untuk melindungi diri, hindari mengklik tautan di postingan atau komentar dari sumber yang tidak dikenal. Gunakan alat perluasan tautan untuk menguji URL lengkap di balik tautan yang dipersingkat sebelum mengklik. Selain itu, laporkan postingan apa pun yang berisi tautan mencurigakan untuk membantu mencegah orang lain menjadi korban, dan buka tautan di profil browser atau jendela pribadi yang berbeda untuk meminimalkan risiko.
9. Tetap waspada terhadap taktik manipulasi emosional
Penipu sering menggunakan taktik manipulasi emosional untuk menipu individu di media sosial. Mereka dapat menciptakan rasa urgensi dengan penawaran waktu terbatas, menekan kamu untuk bertindak tanpa berpikir, berbagi cerita emosional untuk membangkitkan simpati atas donasi atau bantuan, atau mengancam dengan peretasan akun atau tindakan hukum atas tindakan yang tidak kamu lakukan.
Setiap kali menemukan pesan yang menggunakan taktik ini, luangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi situasinya sebelum merespons. Periksa fakta informasi yang kamu terima, dapatkan saran dari teman dan keluarga, dan biasakan diri kamu dengan taktik manipulasi umum dan trik psikologis yang digunakan penipu.
Ini adalah beberapa metode yang digunakan scammers untuk menargetkan korban yang tidak curiga secara online. Pemula dan manula sering menjadi target utama mereka, karena mereka kurang akrab dengan penipuan ini. Jadi, selain melindungi diri sendiri, edukasi pengguna baru dan senior yang mungkin tidak paham teknologi tentang potensi risiko yang ditimbulkan media sosial.
RECOMMENDED ARTICLE
- 4 Cara mudah menjaga akun media sosial kamu tetap aman dari target penjahat siber
- Instagram akhirnya menambahkan fitur yang telah ada di TikTok selama lebih dari setahun
- Ini panduan kontrol orang tua dan pengaturan privasi TikTok untuk menjaga keamanan digital remaja
- TikTok dan SEJIWA Foundation luncurkan program untuk menjaga keamanan perjalanan digital remaja
- Cara mudah membuat kartu digital profil Instagram
HOW TO
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
-
40 Ucapan lebaran kocak pengundang tawa, hari raya jadi makin hepi dan seru!
-
10 Langkah mudah mengirim pesan WA ucapan lebaran dalam jumlah banyak, gampang!
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
HOW TO Selengkapnya >
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
-
40 Ucapan lebaran kocak pengundang tawa, hari raya jadi makin hepi dan seru!