Apakah Kemoterapi dapat menyambung nyawa seseorang?

Ilustrasi pasien Kemoterapi © 2015 guim.co.uk
Techno.id - Beberapa waktu lalu, terdapat penelitian yang mempertanyakan tentang kemoterapi tak terlalu membantu pasien di saat-saat terakhirnya. Dalam penelitian tersebut tidak membahas tentang kemoterapi standar untuk memperpanjang hidup atau untuk menyembuhkan kanker. Melainkan kemoterapi yang diberikan kepada pasien dengan tumor ganas dan telah divonis tidak akan bertahan lebih dari enam bulan.
Penelitian seperti ini memang dibutuhkan untuk membuktikan apakah kemoterapi bermanfaat untuk orang yang sekarat atau tidak. Akhirnya, dari penelitian ini didapat kesimpulan yang cukup mengejutkan. Holly Prigerson, direktur pusat Cornell untuk penelitian End-Of-Life Care menyatakan, "Kemoterapi tidak dimaksudkan untuk menyembuhkan orang-orang seperti itu (sekarat)." Meski begitu, terkadang pasien dengan kanker stadium lanjut tetap diberikan kemoterapi dengan harapan mungkin itu bisa memperpanjang hidup mereka atau untuk membuat hidup mereka lebih nyaman.
-
6 Fakta yang perlu kamu tahu dari kemoterapi Kemoterapi tak harus dilakukan di rumah sakit.
-
Kisah survivor kanker, detik-detik kematian berlalu tepat tengah malam Dokter sudah berusaha dari siang hingga malam namun tak kunjung berhasil.
-
Pentingnya perawatan paliatif pada penderita kanker, ini penjelasannya Perawatan paliatif dapat membantu peningkatan kualitas hidup pasien
Dalam penelitian ini, Prigerson dan rekan-rekannya mengecek sendiri keadaan sebenarnya ketika pasien mendapatkan kemoterapi. Mereka memulai penelitian ini dengan bertanya kepada perawat tentang apa yang dirasakan pasien selama minggu-minggu terakhir dalam kehidupan mereka.
"Perawat menilai hal-hal seperti suasana hati pasien, bagaimana mereka cemas, gejala fisik, dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan," kata Prigerson. Dari laporan para perawat, diketahui bahwa kemoterapi sering merugikan pasien, mengurangi kualitas hidup mereka, dan parahnya tidak selalu memperpanjang hidup mereka.
Prigerson mengakui bahwa beberapa orang mungkin masih memilih untuk kemoterapi demi kesembuhan penyakitnya. Namun, di sisi lain pasien dan dokter juga harus memahami dampak baik dan buruk dari perawatan di akhir kehidupan mereka, seperti yang disadur dari NPR (23/7/15).
"Saya pikir beberapa pasien akan berkata, 'Aku tidak peduli dengan semua itu, aku ingin dikemoterapi. Dengan kemoterapi, aku merasa tidak lemah karena melawan kanker ku sendiri.' Semangat untuk hidup boleh-boleh saja, tapi pasien justru akan mendapat rasa sakit yang teramat sangat karena toksisitas dan efek samping dari pengobatan," ujarnya.
Oleh karena itu, sebelum memilih penyembuhan dengan kemoterapi, sebaiknya pasien dan dokter saling berunding untuk mengetahui kelanjutan dari perawatan ini seperti apa. Jangan sampai maksud hati ingin mengobati, justru berbuah petaka terhadap diri sendiri.
RECOMMENDED ARTICLE
- Peneliti temukan antibodi baru untuk musnahkan segala jenis virus flu
- Akupuntur jadi solusi baru untuk menghilangkan stres
- Peneliti Korea temukan kulit elektronik sama seperti kulit manusia
- Peneliti: Simpanse juga mengenali wajah layaknya manusia
- Ilmuwan temukan bahwa ganja bisa jadi obat mujarab untuk patah tulang
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar