Peneliti: Teknologi belum bisa mendeteksi waktu terjadinya Tsunami

Ilustrasi Tsunami © 2015 Igor Zh./ Shutterstock.com
Techno.id - Tentu belum luntur dari ingatan Anda dahsyatnya gelombang Tsunami yang menerjang Aceh dan beberapa tempat lain 2004 silam. Sebagai bencana alam dengan potensi kerugian jiwa dan material yang sangat besar, wajar saja jika Tsunami amat ditakuti manusia.
Sayangnya, manusia belum bisa berbuat banyak, karena teknologi yang mereka ciptakan sejauh ini belum bisa mengetahui secara pasti kapan datangnya gelombang Tsunami. Anggapan ini dikemukakan oleh Prof. Satish Singh, peneliti geofisika kelautan dari Institut de Physque du Globe de Paris (IPGP).
-
Peneliti menyatakan tsunami di Indonesia sulit diprediksi Eddie Dempsey tegaskan jika ada yang aneh di lautan, segera pergi ke daerah lebih tinggi.
-
Teka-teki kenapa tsunami Anyer tanpa didahului laut surut Volkanolog ITB menyampaikan beberapa kemungkinan terjadinya tsunami di sekitar Selat Sunda.
-
Penjelasan penyebab tsunami Banten, Sutopo: tergolong langka Ada kaitannya dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Hingga saat ini, belum ada satu alat dan teknologi yang dapat digunakan untuk mengetahui waktu terjadi Tsunami. Yang dapat dipelajari hanya potensi," ujarnya pada wartawan Antara (23/06/15) di Padang.
Pemaparan itu ia sampaikan di atas kapal riset milik Schmidt Ocean Institute dari Amerika Serikat. Ia dan tim baru saja menyelesaikan ekspedisi penelitian Mentawai Gap-Tsunami Earthquake Risk Assesmen (MEGA-TERA) atau risiko gempa dan tsunami di perairan laut Mentawai. Tujuan dari ekspedisi ini bagi peneliti ialah menemukan penyebab alamiah dari Tsunami, sehingga langkah penanganan dan mitigasinya bisa ditemukan.
Adapun alasan dilakukannya riset di wilayah tersebut ialah karena mereka ingin memetakan zona tumbukan antar lempeng di sisi barat Sumatera dan kepulauan Mentawai. Di samping itu, wilayah ini bisa menjadi pelajaran berharga terkait gempa dan Tsunami yang terjadi tahun 2004 di Aceh dan 2010 di Mentawai. Apalagi, menurut Satish, di kawasan Mentawai Gap telah ditemukan patahan aktif, baik pada lempeng yang tersubduksi maupun lempeng di atasnya.
"Mentawai Gap adalah daerah geologi aktif zona subduksi Sumatera-Andaman yang belum pernah mengalami gempa besar dalam 200 tahun terakhir," tambahnya.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya